KEDIRI, JP Radar Kediri- Proyek jalan tol akses Bandara Dhoho mengalami kemajuan yang sangat berarti.
Enam dari 17 bidang lahan yang belum bisa dibebaskan kini sudah beres. Semuanya adalah lahan kategori tanah kas desa (TKD).
Beresnya pembebasan lahan TKD itu menyusul surat persetujuan yang dikeluarkan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.
Gubernur telah memberikan persetujuan terkait pengganti TKD Tiron yang terdampak.
“Permohonan terkait dengan tukar-menukarnya dengan tim pengadaan tanah dan pemdes sudah dibahas, sudah ditinjau lapang.
Dan Gubernur Jatim sudah memberikan persetujuan,” terang Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kediri Junaedi Hutasoit melalui Kepala Seksi Pengadaan Tanah dan Pengembangan Haris Kurniawan Waluyo Adi.
Pria yang akrab disapa Haris itu mengatakan, surat dari gubernur tersebut juga telah disampaikan ke Bupati Kediri.
Dalam surat itu, ada perintah gubernur kepada bupati agar Pemdes Tiron membuat peraturan desa (perdes). Terkait dengan proses tukar-menukar tanah kas desa yang terkena pengadaan tanah.
“Perdes itu nanti akan disampaikan kepada tim pengadaan tanah Kementerian PU untuk syarat pembayarannya,” jelas Haris.
Jika syarat itu selesai, Kantor BPN Kabupaten Kediri akan melaksanakan pembayaran tanah pengganti. Proses itu dijadwalkan berlangsung Selasa (16/12) nanti.
Setelah itu barulah pemdes melepaskan hak atas TKD ini kepada negara di hadapan kepala kantor pertanahan.
“Alurnya seperti itu. Rencananya hari Selasa (pembayaran tanah pengganti). Kalaupun tidak ada kendala,” jelas Haris sembari menyebut bahwa pembayaran itu tidak dilakukan oleh pihak desa melainkan langsung pihak tol bersama BPN.
Karena pemdes tidak menerima ataupun memegang uang ganti rugi tersebut.
Sementara itu, untuk TKD Manyaran, menurut Haris, Senin (8/12) lalu sudah ada peninjauan lapangan oleh tim provinsi.
Jika tidak ada kendala, surat persetujuan dari gubernur juga bisa turun pekan ini.
“Semoga lancar,” harapnya, sembari menyebut pembebasan bisa selesai Desember bila proses lancar.
Haris menambahkan, tanah pengganti TKD Tiron yang terdampak mencapai 24 bidang. Menyesuaikan nilai TKD yang terdampak tol.
“Nilai tanahnya yang di-appraisal TKD itu kan harus sama dengan nilai tanah pengganjinya. Jadi perbandingannya bukan bidang per bidang, melainkan nilainya,” jelasnya mengenai kenapa ada penambahan luasan bidang pengganti TKD.
Hal serupa juga terjadi di Manyaran. Bahwa tanah pengganti TKD Manyaran yang terdampak tol mencapai 14 bidang.
Seperti diberitakan, tol akses bandara, khususnya ruas Jl PB Sudirman menuju ke bandara sempat ditargetkan rampung akhir tahun ini.
Namun, proyek jalan bebas hambatan itu dipastikan molor hingga Maret 2026 nanti karena pembebasan tanah belum selesai.
Untuk diketahui, masih ada 17 bidang tanah terdampak tol akses bandara yang belum dibebaskan.
Rinciannya, enam bidang merupakan TKD Tiron, lima bidang TKD Manyaran, tiga bidang tanah wakaf. Ada pula dua aset tanah pemda dan satu sisanya merupakan aset perorangan
Pembangunan fisik tol juga terhambat proses penimbunan atau pemadatan tanah. Hal itu terjadi karena izin galian C yang digunakan untuk tanah urukan belum selesai.
Akibatnya, pengurukan harus distop sembari menunggu perizinan klir. Dengan beberapa hambatan tersebut, pembangunan tol diprediksi baru akan selesai Maret nanti. (sad/fud)
Editor : Andhika Attar Anindita