Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pupuk ZA Baru Terserap 41 Persen, Tak Maksimal karena Turun setelah Penanaman Selesai

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Sabtu, 13 Desember 2025 | 07:05 WIB

 

Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri-Penyerapan pupuk bersubsidi jenis ZA hingga pertengahan Desember ini tidak maksimal.

Dari alokasi 1.340 ton, baru terserap41 persen.

Rendahnya penyerapan ini diduga terjadi karena pupuk baru turun jelang akhir tahun, atau setelah musim tanam tebu selesai.  

Baca Juga: Terima Santunan, 1.241 Anak Yatim Tersenyum Bahagia, Wali Kota Vinanda Minta agar Uang Bisa Dibelanjakan dengan Bijak

Untuk diketahui, tahun ini Kabupaten Kediri mendapat alokasi pupukurea bersubsidi sebesar 40.200 ton.

Hingga November ini, penyerapannya sudahmencapai 33.928,4 ton atau sekitar 84,4 persen.

Kemudian, pupuk jenis NPK Phonska dengan alokasi 45.321 ton, sudahterserap lebih banyak lagi.

Baca Juga: Mbak Wali Ajak Masyarakat Menjaga Ketahanan Lingkungan, Peringati Hari Menanam Pohon Sedunia di Lapangan Kelurahan Dermo

Ponska terserap 95,65 persen. Kemungkinan akan habis di akhir tahun,” jelas Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri Sukadi melalui Pengawas Alat Mesin Pertanian (Alsintan) Slamet.

Jika penyerapan urea dan Phonska sudah maksimal, penyerapan untuk pupuk organik dan ZA masih rendah.

Untuk pupuk organik, dari alokasi 8.078 ton, baru terserap 5.053,4 ton atau 62,56 persen.

Baca Juga: Ini yang Diinginkan Pemdes Srikaton ketika Membangun Dapur MBG di Lahan Bekas SD

Sedangkan ZA yang mendapat alokasi 1.340 ton, baru terserap 551.133 ton atau 41,13 persen.

Terkait serapan rendah dua jenis pupuk ini, menurut Slamet karena beberapa faktor.

Untuk pupuk organik, diakuinya masyarakat masih banyak yang ragu dengan hasilnya.

Baca Juga: Ini Cara Pemdes Gurah Berdayakan Masyarakat : Beri Pelatihan Olah Ikan Gabus Jadi Obat Herbal

“Karena masih merasa bahwa organik itu tidak semanjur pupuk kimia,” terang Slamet.

Selebihnya, di Kabupaten Kediri sudah banyak masyarakat yang memproduksi pupuk organik sendiri.

Sehingga mereka tidak perlu membeli pupuk organik subsidi.

“Karena ini dari pemkab Kediri kan juga banyak melakukan pelatihan. Jadi banyak yang bisa buat sendiri,” jelasnya.

Baca Juga: Pemdes Gurah Rutin Gelar Pelatihan Kecantikan Bekali Pelaku Usaha Tata Rias

Untuk jenis pupuk Za, menurut Slamet mayoritas petani menggunakan pupuk tersebut untuk tebu.

Padahal, Kementerian Pertanian baru menurunkan pupuk ZA pada Agustus lalu.

Saat itu, sudah banyak petani tebu yang mulai panen dan tidak membutuhkan pupuk.

Hanya sebagian kecil saja yang membutuhkan pemupukan.

Baca Juga: Pemkot Kediri Kirim Tujuh Truk Bantuan Kemanusiaan ke Sumatera

“makanya yang mencari ZA sedikit, karena kebutuhan pupuk untuk tebu juga tinggal sedikit,” paparnya.

Bagaimana nasib pupuk bersubsidi yang mencapai ratusan ribu ton itu?

Menurut Slamet jika tidak habis hingga akhir tahun, otomatis menjadi stokuntuk 2026 nanti.

Ditanya tentang dampak penyerapan yang tidak maksimal, Slamet mengaku belum tahu secara pasti.

Baca Juga: Bandara Dhoho Jadi Embarkasi Haji Tahun 2027, Menteri Haji: Secara Teknis Kondisinya Bagus dan Layak

Meski demikian, dia tidak menampik jika hal tersebut bisa menjadi pertimbangan alokasi pemerintah pusat untuk tahun depan.

Slamet menegaskan, Januari 2026 nanti Kabupaten Kediri akan mendapat tambahan pupuk NPK Ponska subsidi sebesar 813 ton.

Jumlah itu akan dibagikan ke 26 kecamatan secara proporsional.

Untuk usulan 2026, harapannya paling tidak alokasi pupuk subsidi mendekati alokasi yang sudah ada akhir tahun 2025. Insyaallah kebutuhan bisa tercukupi,” tandasnya.

 Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : rekian
#kabupaten kediri #kediri #pertanian #Pupuk Subsdidi #pupuk subsidi #pupuk