Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

BLT Sementara Senilai Rp 2,04 Miliar di Kediri Harus Kembali ke Kas Negara karena Hal Ini

Ayu Ismawati • Sabtu, 13 Desember 2025 | 04:08 WIB

 

ANTRE: Warga penerima manfaat BLTS Kesra mengantre saat pengambilan alokasi di Kantor Pos Cabang Ngadiluwih (28/11).
ANTRE: Warga penerima manfaat BLTS Kesra mengantre saat pengambilan alokasi di Kantor Pos Cabang Ngadiluwih (28/11).

KEDIRI, JP Radar Kediri- Ribuan alokasi Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) Kesra harus dikembalikan ke negara.

Hal tersebut karena penerima manfaat alokasi tahap 1 dan 2 tak kunjung memproses pencairan atau dinyatakan tidak bisa menerima bantuan sosial (bansos) tersebut.

Supervisor Operasi Pelayanan Kantor Pos Kediri Suwaskito mengatakan, hingga kemarin pihaknya masih terus menyalurkan pembayaran BLTS warga Kota Kediri dan sebagian Kabupaten Kediri.

Terutama untuk menyelesaikan sisa penyaluran tahap 1 dan 2 yang hingga akhir pekan lalu masih tersisa lebih dari 5 ribu orang.

Meski demikian, sudah ada ribuan data yang dinyatakan gagal bayar. Kantor Pos Kediri mencatat sudah ada lebih dari 2 ribu data gagal bayar hingga Rabu (10/12) malam.

“Update gagal bayar sampai tadi malam (10/12) ada 2.275,” ujar Suwaskito. Dengan status gagal bayar itu, otomatis uang akan dikembalikan ke negara.

Jika setiap orang menerima Rp 900 ribu, sedikitnya ada Rp 2,04 miliar BLTS Kesra yang dikembalikan ke rekening Kementerian Sosial.

“Ada yang sudah meninggal, itu lumayan banyak. Kemudian ada yang sudah pindah (domisili) itu juga lumayan banyak. Kemudian tergolong mampu atas info dari pemda juga banyak. Cuma secara perincian kami belum mapping ke sana,” ungkap Waskita tentang penyebab status gagal bayar ribuan BLTS.

Selebihnya, ada pula beberapa penerima manfaat yang mengajukan reversal atau pembatalan. Khususnya mereka yang sebelumnya dinyatakan gagal bayar karena indikasi pindah domisili.

Pengajuan reversal itu diterima setelah penerima manfaat kembali pulang ke rumah.

“Sebelumnya yang bersangkutan tidak ditemukan di rumah karena kerja di luar kota. Ternyata beberapa hari kemudian pulang,” terangnya terkait alasan penerima manfaat mengajukan pembatalan gagal bayar.

Untuk diketahui, selain menyelesaikan penyaluran BLTS Kesra untuk alokasi tahap 1 dan 2, Kantor Pos Kediri juga masih menunggu alokasi tambahan melalui tahap 3 dan 4.

Itu karena masih banyak penerima manfaat yang belum masuk dalam daftar alokasi awal tersebut. Kantor Pos Kediri baru akan menyalurkan alokasi lanjutan setelah turun data by name by address dari Kemensos.

“Sampai hari ini (11/12) data dari Kemensos belum masuk,” paparnya.

Seperti diberitakan, di Kota Kediri ada 32.538 orang yang menerima BLTS Kesra. Sebanyak 10.001 keluarga penerima manfaat (KPM) di antaranya merupakan penerima baru yang belum pernah menerima bansos dari pemerintah pusat sebelumnya.

Mereka merupakan warga Kota Kediri dari desil 1 – 4 Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Sebanyak 10 ribu warga ini pula yang mengambil bansos penebalan tersebut melalui PT Pos secara bertahap sejak 22 November lalu.

Sejauh ini, baru 7.666 warga Kota Kediri yang sudah bisa mengambil BLTS Kesra karena terdata dalam alokasi tahap 1 dan 2. Sedangkan 2.335 warga Kota Kediri lainnya masih harus menunggu alokasi selanjutnya.

         

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#pt pos #BLTS Kesra #kementerian sosial #bansos