KEDIRI, JP Radar Kediri-Ribuan anak yatim di Kota Kediri bisa tersenyum bahagia. Ini setelah Rabu (11/12) lalu mereka menerima santunan dari Dinas Sosial Kota Kediri. Penyerahan santunan dilakukan langsung oleh Wali Kota Vinanda Prameswati di halaman balai kota.
Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, acara penyerahan santunan diisi dengan penampilan dongeng dan sulap. Anak-anak yatim dari seluruh wilayah Kota Kediri itu pun beberapa kali tergelak akan kelucuan pentas di depannya.
Kepala Dinas Sosial Kota Kediri Imam Muttakin mengatakan, ribuan anak yatim yang Rabu lalu menerima bantuan itu telah melalui tahapan verifikasi. Yakni, mereka yang masuk kategori desil 1-5 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Selanjutnya, data tersebut dipadankan ke keluarahan. Untuk memastikan nama-nama yang tercantum memang sesuai dengan kriteria. Yakni, anak yang berusia 5 tahun hingga di bawah 18 tahun. “Untuk anggaran santunan anak yatim ini dari DBHCHT tahun 2025,” kata Imam.
Sementara itu, anak-anak yang berkumpul di halaman balai kota Rabu lalu terlihat antusias saat bertemu langsung Wali Kota Vinanda Prameswati.
"Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyiapkan acara ini. Mulai dari panitia, OPD terkait, para relawan, hingga para donatur yang selama ini terus membersamai pemerintah dalam memperhatikan anak-anak yatim di kota kita," ujar perempuan yang akrab disapa Mbak Wali itu.
Dikatakan Mbak Wali, pemberian santunan kepada ribuan anak yatim tersebut merupakan wujud kepedulian. Sekaligus wujud kehadiran dan komitmen Pemkot Kediri untuk memastikan tidak ada satu pun anak yatim yang berjalan sendirian.
Pemerintah Kota Kediri memastikan bahwa anak-anak Kota Kediri, apa pun latar belakangnya, memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh perhatian. Sehingga dapat meraih masa depan yang gemilang.
Karenanya, Pemerintah Kota Kediri terus berkomitmen menyediakan berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan anak-anak. Mulai dari bantuan sosial, pendampingan sosial anak, rehabilitasi sosial, program temu penguatan anak dan keluarga (TEPAK). Ada pula penanganan anak telantar, hingga perlindungan jaminan sosial.
Semuanya merupakan upaya berkelanjutan itu menjadi bagian dari visi untuk mewujudkan Kota Kediri MAPAN. "Kalian semua adalah anak yang kuat, hebat, dan penuh potensi. Jangan pernah merasa sendiri, karena saya bersama Gus Qowim dan forkopimda, serta bapak ibu guru, bapak ibu kepala OPD yang hadir di sini dan juga seluruh masyarakat, selalu bersedia mendampingi kalian. Teruslah belajar, berani miliki cita-cita besar dan percaya kalian bisa meraihnya jika bersungguh-sungguh," papar Mbak Wali.
Wali kota termuda ini meminta agar uang santunan sebesar Rp 600 ribu yang diterima bisa digunakan dengan baik. Mulai untuk kebutuhan sekolah, kebutuhan harian, atau hal-hal bermanfaat lainnya.
Kepada para pendamping dan pengasuh anak yatim, Mbak Wali mengucapkan terima kasih yang tulus. Sebab, mereka telah menjaga anak-anak hingga tumbuh dengan kasih sayang.
"Mari kita terus bergandeng tangan menumbuhkan ekosistem Kota Kediri yang aman, ramah, dan berpihak pada kepentingan terbaik bagi tumbuh kembang anak. Dengan kolaborasi berbagai pihak, kita dapat mewujudkan kota kediri sebagai kota layak anak yang sesungguhnya,” tandasnya.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil