KEDIRI, JP Radar Kediri-Sosialisasi rencana relokasi pedagang Pasar Buah Banyakan kemarin (8/12) diwarnai pengaduan pedagang.
Mereka menyoal sikap pedagang lama yang tidak aktif berjualan. Melainkan menyewakan kios atau lapak ke pedagang baru.
Seperti dikatakan oleh Sri Wahyuni, 30. Pedagang mangga di Pasar Buah Banyakan ini mengaku tidak memiliki kios.
Karenanya, dia ingin di tempat relokasi nanti bisa mendapat jatah lapak dari dinas perdagangan dan industri (disdagin).
“Saya perwakilan pedagang ecer minta kios langsung dari pemerintah. Jangan dari tangan kedua karena harganya lebih mahal. Saya masih harus membayar retribusi,” katanya.
Hal senada diungkapkan Setiani, 34. Dia juga menyoal ulah pedagang yang menyewakan kiosnya.
Adapun pedagang yang namanya terdata justru tidak aktif berjualan.
Setiani meminta disdagin bisa menertibkan ulah pedagang tersebut. “Jangan ada yang menyewa-nyewakan kiosnya,” pintanya.
Terpisah, Kepala Disdagin Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih mengatakan, proses pembebasan tanah Pasar Buah Banyakan sudah mencapai 90 persen, minggu lalu.
Karenanya, disdagin memberi tahu pedagang tentang rencana relokasi.
Tujuannya agar pedagang bisa bersiap-siap.
Merespons permintaan pedagang, Tutik meminta agar di tempat relokasi nanti tidak ada lagi pedagang yang menyewakan lapak mereka.
Biasanya, praktik jual beli lapak marak ditemui saat pemindahan pedagang.
Hingga minggu kedua Desember ini, menurut Tutik pihaknya tengah melakukan pendataan.
Tujuannya agar semua pedagang yang sudah berjualan di dalam pasar bisa mendapat lapak.
“Mudah-mudahan dari nanti (lokasi relokasi) dijadikan pengganti lebih luas dan lebih besar sehingga bisa menampung lebih banyak pedagang,” ungkap Tutik sembari menyebut sejauh ini ada 75 pedagang di dalam pasar.
Tutik menegaskan, pembangunan pasar dilakukan oleh pihak Tol Kediri-Kertosono.
Karenanya, sarana dan prasarana pasar juga dibuat oleh mereka.
Karenanya, saat pedagang meminta lapak yang tertutup, pihaknya hanya bisa mengajukan saja.
Dalam proses relokasi pedagang nanti, Tutik berharap lokasi pasar bisa diserahkan lebih cepat dari pada proses pembangunan tol.
Saat pemindahan pihaknya tidak perlu menyiapkan tempat penampungan sementara.
Untuk diketahui, lahan di Pasar Buah Banyakan mencapai 0,5 hektare.
Dari jumlah tersebut, tidak semuanya terpakai untuk Tol Kediri-Kertosono.
Namun, keseluruhan tanah dibeli oleh Pusat.
Sebagai gantinya, sekitar 70 pedagang yang setiap hari berjualan di sana harus angkat kaki.
Mereka akan menempati pasar baru di eks lapangan futsal Ghantama Sport.
Jaraknya sekitar satu kilometer dari pasar buah dan berada di tepi jalan raya Kediri-Nganjuk.
Editor : rekian