KEDIRI, JP Radar Kediri - Banyaknya masyarakat Kabupaten Kediri yang tanahnya belum bersertifikat, jadi perhatian khusus Bupati Hanindhito Himawan Pramana. Rabu (3/12) lalu, pria yang akrab disapa Mas Dhito itu menyerahkan ribuan sertifikat untuk warga Desa Tiron, Banyakan. Penuntasan sertifikasi program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) itu ditarget selesai 2027 nanti.
Untuk diketahui, bekerja sama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kediri, sertifikasi tanah program PTSL di Kabupaten Kediri tahun ini menyasar 45.000 warga. Adapun tahun 2026 nanti ditingkatkan menjadi 62.500 orang.
“Kami menargetkan PTSL di Kabupaten Kediri bisa tuntas 2027 nanti. Sehingga, semua tanah milik masyarakat bisa bersertifikat. Itu (penuntasan PTSL) menjadi fokus utama kami,” kata Mas Dhito.
Di depan seribu warga Desa Tiron yang berkumpul di balai desa, Mas Dhito meminta agar mereka menjaga dengan baik sertifikat tanah yang diterima. Jika masyarakat membutuhkan modal, suami Eriani Annisa ini meminta agar masyarakat mengajukan pinjaman ke bank.
“Jangan sampai (meminjam modal) ke rentenir. Kalau sudah jatuh ke tangah rentenir nanti susah. Akan terjebak di situ. Akhirnya gali lubang tutup lubang,” pesan Mas Dhito meminta masyarakat tidak menggunakan uang pinjaman untuk hal konsumtif.
PTSL, tutur Mas Dhito, merupakan salah satu upaya pemerintah untuk melindungi masyarakat dari mafia tanah. Karenanya, Pemkab Kediri bersama BPN Kabupaten Kediri mempercepat realisasinya.
Sehingga, tanah-tanah milik masyarakat yang belum bersertifikat bisa segera mengikuti program tersebut. Dengan demikian, status tanah-tanah warga memiliki kepastian hukum.
Sementara itu, beberapa warga Desa Tiron yang kemarin menerima sertifikatnya, tak bisa menutupi rasa lega dan gembiranya. Sofiah, 54, mengaku sangat senang karena tanah miliknya sudah bersertifikat. “Terima kasih. Ini (sertifikat) akan digadaikan untuk modal usaha,” kata perempuan yang sehari-hari berjualan sayur-sayuran itu.
Mendengar pesan Mas Dhito yang mewanti-wanti agar masyarakat mengakses pinjaman di bank atau lembaga resmi, Sofiah mengaku siap mencari informasi tentang bank atau lembaga keuangan dengan bunga yang rendah. “Masih belum tahu kemana (meminjam modal). Nanti dilihat-lihat dulu,” tandasnya.
Realisasi Target Penyertifikatan Capai 100 Persen
Sinergi yang apik antara Pemkab Kediri dengan BPN Kabupaten Kediri membuat program PTSL tahun ini berjalan lancar. Target penyertifikatan tanah sebanyak 45 ribu bidang tahun ini bisa diselesaikan semua atau terealisasi 100 persen.
Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kediri Junaedi Hutasoit mengatakan, Desember ini pihaknya bersama Pemkab Kediri fokus melakukan penyerahan sertifikat program PTSL. “Akhir Desember nanti selesai,”kata Junaedi.
Lebih jauh Junaedi mengatakan, bidang tanah di Kabupaten Kediri mencapai 920 ribu bidang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 800 ribu di antaranya sudah bersertifikat. Masih ada sekitar 120.000 bidang yang belum bersertifikat.
Jika tahun ini dipatok penyertifikatan untuk 45 ribu bidang dan tahun 2025 sebanyak 62.500 bidang, tahun 2027 mereka menargetkan penyertifikatan untuk 60 ribu bidang lainnya. “Jadi 2027 nanti sudah selesai (penyertifikatan tanah),” terang Junaedi bersyukur karena anggaran dari Pusat dan daerah terkait PTSL tidak berkurang.
Junaedi tak menampik, dalam proses PTSL timnya mendapati kendala di lapangan. Di antaranya, pemilik tidak mengetahui dimana tanah mereka berada. Ada pula yang tanahnya dalam sengketa. Baik sengketa waris maupun sengketa kepemilikan. "Untuk beberapa kasus itu, kami menunggu sengketa selesai baru bisa disertifikatkan,” tandasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil