KEDIRI, JP Radar Kediri-Pemkot Kediri memastikan Jembatan Brawijaya tidak ditutup total 24 jam selama puncak perbaikan di sana. Melainkan, masyarakat bisa memanfaatkan masing-masing satu lajur yang tidak tertutup material.
Untuk diketahui, di Jembatan Brawijaya masing-masing terdiri dari dua lajur ke barat dan ke timur. Dalam puncak perbaikan jembatan, hanya satu lajur saja yang tertutup material tiang lampu. Sehingga, satu lajur ke timur dan ke barat masih bisa dimanfaatkan oleh pengendara.
Kepala Dinas PUPR Kota Kediri Endang Kartika Sari melalui Ahli Muda Jalan dan Jembatan Bidang Bina Marga Sunarto mengatakan, satu lajur di Jembatan Brawijaya tertutup tiang lampu yang dilepas.
“(Penutupan satu lajur di Jembatan Brawijaya) karena terhalang tiang lampu yang dilepas. Sehingga bentangannya menutup setengah jalur (satu lajur jalan) di utara dan selatan,” ujar Sunarto.
Meski demikian, dia memastikan Jembatan Brawijaya masih bisa dilalui. Baik untuk roda dua maupun roda empat. Penutupan total jembatan hanya dilakukan di malam hari mulai pukul 22.00 – 04.00 dini hari.
“Kalau penutupan total jembatan kami maksimalkan di malam hari saja agar tidak terlalu mengganggu mobilitas masyarakat,” lanjutnya.
Penutupan total Jembatan Brawijaya di malam hari itu dilakukan sejak Senin (1/12) malam. Hal tersebut imbas pelepasan dan pemasangan regel jembatan. Dinas PUPR Kota Kediri menargetkan pemasangan regel jembatan itu selesai dilakukan dalam dua hari. “Tapi tetap melihat kesulitannya nanti seperti apa,” sambung Sunarto.
Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, sejumlah material terlihat menumpuk di trotoar jembatan maupun di median jalan. Khusus di median jalan, pekerja untuk sementara menurunkan tiang lampu dan panel surya ke sana. Praktis tinggal satu jalur yang bisa digunakan untuk lalu lintas kendaraan.
Akibat penutupan satu lajur jalan itu, antrean kendaraan sering terlihat di sana. Terutama dari arah timur ke barat yang terjadi penyempitan ruang jalan.
Setelah penggantian regel jembatan, nantinya juga akan dilakukan pemasangan ornamen di bagian jembatan yang melintang tersebut. Selama itu, penutupan akses jembatan akan dilakukan secara bergantian di dua jalur jembatan.
“Nanti kalau sudah selesai pemasangan regel kan ada pemasangan ACP. Itu nanti pemasangannya akan separo-separo di dua lajurnya,” jelas Sunarto sembari menyebut nantinya yang dipasang lebih dulu adalah sisi utara.
Seperti diberitakan, Pemkot Kediri mulai melaksanakan perbaikan pilar Jembatan Brawijaya sejak akhir September lalu. Sebelumnya, pilar jembatan di sisi barat terbakar pada 10 Juni 2024 lalu. Selain memperbaiki pilar yang terbakar itu, Pemkot Kediri sekaligus merehabilitasi seluruh pilar jembatan.
Untuk merehab Jembatan Brawijaya, pemkot menggelontorkan pagu anggaran hingga Rp 3,8 miliar. Rehabilitasi pilar sekaligus untuk penyegaran desain Jembatan Brawijaya. Sehingga, bisa menambah kesan ikonik pada jembatan yang diresmikan pada 2019 lalu.
Rehabilitasi jembatan akan mengusung konsep ‘kejayaan’ yang ditandai dengan dominasi nuansa keemasan pada desain visual jembatan. Selain itu, pemkot juga memadukan ornamen aksara kuadrat. Yakni, aksara Jawa Kuno yang berasal dari Kerajaan Kediri. Kalimat-kalimat pemersatu bangsa seperti ‘Bhineka Tunggal Ika’ hingga semboyan Kota Kediri ‘Djojo ing Bojo’ akan terukir di pilar-pilar jembatan dalam bentuk aksara kuadrat.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil