KEDIRI, JP Radar Kediri- Sejumlah badan usaha milik daerah (BUMD) di Kota Kediri agaknya harus lebih bekerja ekstrakeras di akhir 2025 ini. Pasalnya, hingga minggu kedua November lalu, dua dari tiga BUMD di Kota Kediri masih belum bisa memenuhi target pendapatan asli daerah yang dibebankan.
Pemkot Kediri memiliki tiga BUMD yang kemarin dievaluasi kinerjanya. Yaitu, Perumda BPR Bank Kota Kediri, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Kediri, dan Perumda Pasar Jayabaya. Dari tiga BUMD itu, per November lalu kinerja BPR dan Perumda Pasar Jayabaya masih belum mencapai target sesuai rencana kerja anggaran (RKA).
“Biasanya tiap bulan selalu ada monitoring dan evaluasi agar apabila ada program prioritas yang belum terlaksana harus segera dilaksanakan. Dan apabila ada kendala, harus segera ditindaklanjuti,” pinta Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati yang kemarin memimpin evaluasi.
Untuk diketahui, dari hasil pemaparan laporan realisasi laba rugi hingga pertengahan November, kinerja BPR Bank Kota Kediri secara umum belum mencapai target sesuai RKA. Baik berdasar beberapa indikator utama mulai pendapatan operasional, laba operasional, maupun laba berjalan.
Untuk pendapatan operasional, realisasi seluruh triwulan masih di bawah proyeksi. Khusus November saja, realisasi baru mencapai Rp 7,9 miliar dari target Rp 9,9 miliar.
Sedangkan Perumda Pasar Jayabaya, realisasi pendapatan jasa layanan selama Januari-November juga masih di bawah target. Yakni, realisasinya mencapai Rp 16,3 miliar dari target Rp 21,3 miliar.
Sementara itu untuk PDAM Kota Kediri cenderung menunjukkan kinerja yang relatif positif. Meskipun beberapa indikator masih berada di bawah target RKA seperti pendapatan usaha November yang ditarget Rp 17 miliar, baru tercapai Rp 16,3 miliar hingga minggu kedua November. Namun, untuk laba (rugi) bersih hingga minggu kedua November ini sudah mencapai 1,63 miliar dari target November Rp 1,3 miliar.
Dengan capaian yang masih di bawah target itu, Vinanda meminta agar seluruh BUMD meningkatkan kinerjanya. Sehingga, pendapatan asli daerah (PAD) yang disetor bisa sesuai target.
Untuk bisa mendongkrak PAD, Vinanda juga memberikan beberapa arahan untuk masing-masing BUMD. Termasuk inovasi dan perbaikan internal BUMD dalam merespons keluhan dari masyarakat.
Selain capaian PAD, Vinanda juga menyoroti respons BUMD menjawab aduan masyarakat. Di antaranya respons PDAM yang dianggap kurang cepat.
“Ini kan kita punya aplikasi Flow, tapi tidak punya kecepatan dalam menangani persoalan,” tegas Vinanda meminta teknologi yang dimiliki bisa memberikan solusi untuk masyarakat.
Sedangkan untuk Perumda Jayabaya, Vinanda meminta mereka melakukan digitalisasi pasar dan memaksimalkan promosi kreatif. “Untuk Perumda BPR Bank Kota Kediri harus melakukan perbaikan pelayanan nasabah dan perbaikan kualitas sistem kredit,” papar Vinanda meminta PD Pasar memetakan revitalisasi pasar.
Terpisah, Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Kota Kediri Bambang Tri Lasmono mengatakan, masih ada waktu hingga beberapa minggu ke depan bagi BUMD untuk memenuhi target. Namun, menurutnya sebagian besar sudah memenuhi target dari capaian yang sudah ditentukan.
“Ada beberapa yang perlu kita cermati bersama terkait pentingnya peningkatan pengawasan dan deteksi dini. Bagaimana terkait peminjaman nasabah, pendistribusian air, dan optimalisasi terkait penempatan sumur-sumur baru di beberapa kawasan, khususnya di daerah Mojoroto,” terang Bambang tentang catatan untuk BUMD.
Diakuinya, peningkatan PAD dari BUMD menjadi salah satu pekerjaan rumah (PR) besar pemkot. Untuk itu, pemkot sudah menyiapkan beberapa terobosan.
Khusus untuk Perumda BPR Bank Kota Kediri, pemkot—lanjut Bambang—akan lebih dulu menyelesaikan perubahan status hukum dari perumda menjadi perseroda. Serta pergantian kepengurusan kepala BPR.
“Yang di PD Pasar, kami sudah melakukan upaya untuk melakukan digitalisasi (retribusi) dengan membuat boom gate di tiap pasar tradisional yang bisa dipasang,” urainya.
Sementara untuk PDAM Kota Kediri, juga akan dilakukan digitalisasi untuk meningkatkan layanan kepada konsumen. Salah satunya dengan pengecekan meterisasi, pemasangan, dan aduan.
“Mungkin target kami ke depan untuk peningkatan layanan kepada masyarakat dengan penambahan sumur-sumur baru di beberapa titik,” pungkasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil