KOTA, JP Radar Kediri-Memimpin Kota Kediri sejak Februari 2025 lalu, Wali Kota Kediri menelurkan sejumlah program untuk meningkatkan derajat kehidupan warga miskin. Selain beragam bantuan sosial (bansos) tunai, perempuan yang akrab disapa Mbak Wali ini meluncurkan ATM Beras MAPAN. Lebih dari tiga ribu warga miskin bisa mencairkan bantuan beras di ATM yang ada di setiap kelurahan.
Launching operasional ATM Beras MAPAN dilakukan di gedung pertemuan Kelurahan Semampir, Senin (1/12) kemarin. Mbak Wali menyerahkan bantuan beras kepada 107 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kelurahan secara simbolis.
“Meskin ATM beras ini merupakan bantuan CSR (corporate social responsibility) dari 14 perusahaan dan lembaga pendidikan,” kata Mbak Wali.
Dengan peluncuran kemarin, ATM bisa langsung dioperasionalkan. Beban ekonomi sebanyak 3.390 warga yang masuk dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) pun kini lebih ringan lagi. Sebab, mereka bisa mencairkan bantuan beras masing-masing seberat lima liter setiap bulannya.
Penyaluran beras yang dilakukan kemarin merupakan alokasi untuk November dan Desember. Sehingga masing-masing menerima 10 liter.
“Tujuannya untuk memastikan kesejahteraan masyarakat meningkat. Ini salah satu upaya kita meringankan beban ekonomi dan membantu pemenuhan kebutuhan pokok,” lanjut Mbak Wali meminta masyarakat tak perlu khawatir karena pengambilan beras akan didampingi petugas.
Sehingga, masyarakat dipastikan tidak akan kerepotan saat mengambil beras di ATM tersebut. “Bila tidak dibantu, segera laporkan ke saya,” tegasnya.
Wati Wardaningtias, salah satu penerima ATM beras mengaku sangat bersyukur menerima bantuan. “Alhamdulillah, bahagia sekali bisa dapat bantuan ini. Semoga ke depan tetap ada dan membantu orang-orang kecil seperti kami. Semangate Mbak Wali mimpin Kota Kediri lebih bagus, aman, nyaman, tentrem, berkah barokah,” tuturnya.
Terpisah, Kepala Dinas Sosial Kota Kediri Imam Muttakin menambahkan, tahun depan pemkot mengupayakan agar penerima bantuan beras bisa meningkat lebih banyak. “Penerima diambil dari DTSEN, warga di desil 1-3 diutamakan yang belum pernah menerima bantuan PKH dan BPNT,” jelas Imam.
Ke depan, menurutnya pencairan beras akan dilakukan sebulan sekali. Setiap tanggal 1-5 di awal bulan. “Kami akan meminta masyarakat segera mengambil beras di awal bulan. Kalau terlalu lama di mesin ATM dikhawatirkan akan ada benda asing yang masuk,” jelas Imam tentang keberadaan mesin yang mayoritas di kelurahan itu.
Dari total 46 kelurahan, hanya Kelurahan Pocanan dan Balowerti yang mesinnya berada di balai kota. Selebihnya ada di kantor kelurahan. “Kami mengapresiasi kesediaan perusahaan-perusahaan mengeluarkan CSR mereka mendukung program ini,” tandas Imam.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil