KEDIRI, JP Radar Kediri-Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memimpin upacara peringatan HUT ke-54 KORPRI dan Hari Guru Nasional ke-80. Dalam acara di halaman balai kota itu, perempuan yang akrab disapa Mbak Wali tersebut menegaskan agar aparatur sipil negara (ASN) menjaga integritas dan menerapkan transformasi digital.
Orang nomor satu di Pemkot Kediri ini mengatakan, HUT KORPRI dan Hari Guru Nasional jadi momentum penting untuk meneguhkan kembali jati diri. Yakni sebagai bagian dari aparatur negara yang berkomitmen melayani bangsa.
“Selama 54 tahun, KORPRI telah menjadi pilar birokrasi, saksi perjalanan pembangunan nasional, serta motor penggerak reformasi administrasi,” ungkap Mbak Wali.
Dengan tema HUT 'Bersatu, Berdaulat, Bersama KORPRI, Dalam Mewujudkan Indonesia Maju', menurutnya tema itu bukan sekadar slogan. Bersatu, mengingatkan bahwa KORPRI adalah perekat bangsa. Karenanya, di tengah dinamika perubahan, ASN harus tetap solid dan satu komando dalam melayani rakyat.
Adapun Berdaulat menegaskan kembali komitmen untuk menjaga netralitas dan integritas. ”ASN harus tegak lurus pada kepentingan negara, bukan kepentingan golongan,” lanjutnya.
Lebih jauh Mbak Wali menyebut, tantangan ke depan semakin kompleks. Transformasi digital birokrasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Masyarakat menuntut pelayanan yang lebih cepat, mudah, dan transparan.
Melalui momentum HUT ke-54 ini, Mbak Wali mengajak seluruh anggota KORPRI memperkuat profesionalisme dan kompetensi. Serta meningkatkan kualitas pelayanan publik, menjaga kode etik dan marwah profesi.
"Mari kita jadikan KORPRI sebagai motor penggerak pembangunan nasional. Bersama KORPRI kita wujudkan birokrasi yang berdampak nyata bagi kemajuan Indonesia," ajaknya.
Pemimpin muda ini menegaskan, saat ini masyarakat menginginkan layanan yang cepat, transparan, dan mudah diakses. Teknologi berkembang pesat, membawa perubahan yang tidak dapat dihindari.
Karena itu, ASN tidak boleh menjadi penonton. ASN harus menjadi aktor utama dari transformasi tersebut. Untuk itu, Mbak Wali menegaskan tiga pesan penting. Yang pertama, perkuat integritas. Tidak ada birokrasi yang kuat tanpa pondasi moral yang kuat.
“Integritas bukan hanya soal tidak melakukan korupsi, tetapi keberanian untuk berkata benar, berbuat benar, dan menghindari segala bentuk konflik kepentingan,” terangnya.
Selanjutnya, mempercepat transformasi digital. Layanan pemerintah harus semakin sederhana, efektif, dan efisien. Revolusi digital bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan.
KORPRI dan ASN harus mampu beradaptasi dengan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, otomasi data, dan pelayanan daring. Ketiga, menghadirkan pelayanan publik yang humanis. Teknologi membantu pekerjaan, namun sentuhan manusia seperti empati, kepedulian, dan komunikasi yang baik, tetap menjadi kunci kepercayaan masyarakat.
"KORPRI adalah rumah besar kita. Mari kita jaga kehormatan rumah ini dengan bekerja sungguh-sungguh, bekerja cerdas, dan bekerja ikhlas. Semoga di usia ke-54 tahun ini KORPRI semakin matang, semakin solid, dan semakin memberikan kontribusi bagi Indonesia yang maju dan berkeadilan," tandasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil