Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pemdes Maduretno Papar Kelola Air Siap Minum untuk Warga

Diana Yunita Sari • Sabtu, 29 November 2025 | 14:05 WIB
Warga meminum air dari pompa Pamsimas Desa Maduretno (Diana Yunita Sari)
Warga meminum air dari pompa Pamsimas Desa Maduretno (Diana Yunita Sari)

JP Radar Kediri - Pemdes Maduretno, Kecamatan Papar telah menjalankan program pengelolaan air bersih siap minum dalam setahun terakhir. Air berasal dari pompa yang dibangun dari Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) pada 2019 silam. 

Pompa Pamsimas dibangun di Dusun Maduretno. Tepatnya berada di samping TK Dharma Wanita Maduretno. Setiap hari, air pompa dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk minum sehari-hari. Hal tersebut karena kualitas air telah dinyatakan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) aman diminum tanpa dimasak kembali.

Airnya jernih bisa diminum langsung. Bisa mengalir tanpa listrik juga. Biasanya petani sekitar langsung mengisi air untuk dibawa ke sawah. “Bahkan dari desa-desa lain ambil airnya di sini,” ungkap Kepala Desa Maduretno Siswanto.

Di Kecamatan Papar sendiri ada 5 desa yang memiliki Pamsimas. Namun kualitas air di Desa Maduretno menjadi yang paling bagus. Setiap enam bulan sekali pihak puskesmas juga rutin untuk memeriksa kualitas air.

Pada awalnya, pembangunan Pamsimas karena wilayah desa bagian barat rawan terjadi banjir. Saat banjir, kualitas air dari pompa air warga tidak bagus. Kondisinya cenderung menguning. Oleh sebab itu, pemdes mengupayakan air dari pompa yang dapat menjangkau setiap rumah warga.

“Saat ini sudah sekitar 60 persen rumah yang terjangkau air bersih siap minum, dengan konsepnya seperti PDAM,” ungkapnya.

Pengelolaan pompa air dilakukan oleh Bumdes. Warga yang datang ke lokasi dikenakan biaya Rp 1 ribu per galon. Air banyak dimanfaatkan untuk konsumsi pribadi atau juga dijual kembali oleh pengusaha depo isi ulang air minum. Untuk air yang masuk rumah-rumah warga dikenakan harga Rp 2 ribu per kubik.

Dari pengelolaan air minum tersebut, desa mendapat pemasukan sekitar Rp 2,5 juta satu bulan. Menurut Siswanto, pihaknya pernah mengajukan agar air diolah menjadi produk kemasan desa setempat. Namun prosesnya panjang dan biaya yang dikenakan besar. Oleh sebab itu, saat ini desa hanya menjualnya per galon.

“Desa kami adalah desa yang tak memiliki PAD, oleh sebab itu diharapkan potensi pompa air ini bisa menjadi sumber pemasukan desa,” ungkapnya.

Untuk mendapatkan berita- berita terkini  Jawa Pos  Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : rekian
#kabupaten kediri #papar #kediri #program penyediaan air bersih #Pemdes #pamsimas #pengelolaan air #air minum #Desa Maduretno