Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

PR Entaskan 247 Anak Stunting, Pencegahan Dinilai Baik, Kota Kediri Peringkat 2 Nasional

Ayu Ismawati • Jumat, 28 November 2025 | 20:34 WIB
CEK PROGRAM: Plt Asisten Deputi Kesehatan Gizi dan Pembangunan Keluarga Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Peningkatan Kesejahteraan dan Pembangunan Sumber Daya Manusia Setwapres Siti Alfiah usai membah
CEK PROGRAM: Plt Asisten Deputi Kesehatan Gizi dan Pembangunan Keluarga Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Peningkatan Kesejahteraan dan Pembangunan Sumber Daya Manusia Setwapres Siti Alfiah usai membah

KEDIRI, JP Radar Kediri-Penanganan kasus stunting atau kekerdilan di Kota Kediri jadi perhatian Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) RI. Mereka datang untuk mengecek pelaksanaan program penuntasan stunting yang menduduki peringkat ke-2 sebagai kota dengan progres penurunan stunting terbaik dari 514 kabupaten/kota se-Indonesia.

Plt Asisten Deputi Kesehatan Gizi dan Pembangunan Keluarga Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Peningkatan Kesejahteraan dan Pembangunan Sumber Daya Manusia Setwapres Siti Alfiah mengatakan, peringkat itu didapat dari hasil penilaian Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Pihaknya ingin menggali data dan informasi terkait program-program yang dilakukan Pemkot Kediri dalam menurunkan angka stunting.

“Di dalam proses penilaian itu dengan beberapa indikator. Tadi kami sempat diskusi, dan terkait indikator itu ada beberapa aspek yang Kediri itu sudah memenuhi persyaratan. Sehingga dari 514 itu, ada 197 kabupaten/kota yang berdasarkan penilaian dan pemeringkatan Kemendagri, dan nomor duanya adalah Kota Kediri,” ujar Siti Alfiah, ditemui di Balai Kota Kediri kemarin.

Tujuan kedatangan timnya menurut Alfiah untuk pemantauan lapangan. Khususnya terkait perkembangan program-program yang dilaksanakan di Kota Kediri. “Kami hadir di Kediri untuk melakukan advokasi kepada Kota Kediri, utamanya tentang bagaimana Kota Kediri ke depan bisa mengimplementasikan dan tetap memprioritaskan stunting sebagai program prioritas lima tahun ke depan,” bebernya.

Untuk diketahui, prevalensi stunting nasional sampai 2024 lalu sebesar 19,8 persen. Turun 11 poin dalam 5 tahun terakhir. Di 2029 mendatang, pemerintah menargetkan prevalensi stunting turun hingga 14,2 persen.

“Jadi sebenarnya kami hadir ke sini untuk sama-sama bagaimana kita bekerjasama, berkolaborasi pusat dan daerah untuk sama-sama mempercepat pengentasan stunting, baik di pusat maupun kabupaten/kota,” tandas Siti sembari menyebut, advokasi itu juga menyasar daerah-daerah lain seperti Kabupaten Blitar, Kota Padang, serta sejumlah wilayah di Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Sementara itu, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan, hingga 2024 lalu kasus stunting di Kota Kediri mengalami fluktuasi. Pada 2024 lalu prevalensi stunting Kota Kediri sebesar 17,6 persen. “Kami libatkan sejumlah OPD untuk program penurunan stunting,” tuturnya.

Diakuinya, hingga tahun ini pemkot masih menghadapi banyak tantangan untuk menurunkan stunting. Namun, dia bersyukur progresnya relatif baik.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Kediri Ferry Jatmiko menambahkan, selama 2025, ada 247 anak stunting yang tersebar di 10 kelurahan prioritas intervensi. Selebihnya, ada 1.225 keluarga berisiko stunting yang tersebar di beberapa kelurahan. “Paling banyak ditemui di Kelurahan Rejomulyo dengan 222 keluarga berisiko stunting,” jelasnya.

Terkait masih banyaknya anak-anak yang mengalami stunting, Ferry menyebut pemkot menggandeng banyak pihak untuk bisa menuntaskannya. “Kami juga melaksanakan program lintas-sektor dalam forum Rembuk Stunting,” imbuhnya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : Shinta Nurma Ababil
#kediri #stunting #kota kediri