Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Sowan ke Ponpes Lirboyo, Gus Yahya Minta Bantuan Kiai Redakan Ketegangan

Ayu Ismawati • Jumat, 28 November 2025 | 20:13 WIB

 

Gus Yahya usai bersilaturahmi ke kediaman pengasuh Ponpes Lirboyo Kediri.
Gus Yahya usai bersilaturahmi ke kediaman pengasuh Ponpes Lirboyo Kediri.

kediri, JP Radar Kediri-Setelah diberhentikan dari jabatannya sebagai Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya berkunjung ke Ponpes Lirboyo kemarin pagi. Dalam kunjungannya sekitar pukul 10.00 itu, Yahya yang didampingi oleh Kiai Amin Said Husni tersebut memohon bantuan para kiai untuk meredakan keterangan di tubuh Nahdlatul Ulama (NU).

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri, Gus Yahya berkunjung ke Ponpes Lirboyo sekitar pukul 10.00 kemarin. Dia melakukan pertemuan tertutup dengan Pengasuh Ponpes Lirboyo Kiai Anwar Manshur dan Kiai Abdullah Kafabihi Mahrus.

Juru Bicara Ponpes Lirboyo Oing Abdul Muid Shohib atau Gus Muid membenarkan tentang kunjungan Gus Yahya yang dilakukan secara tertutup.

“Menyampaikan permohonan doa serta berharap bimbingan para masayikh untuk meredakan ketegangan dan menjaga keteduhan organisasi (NU),” ungkap Gus Muid.

Jika Gus Yahya berkunjung kemarin, rombongan Sekjen PBNU Saifullah Yusuf datang ke Lirboyo pada Selasa (25/11) lalu. Dia datang bersama Bendahara Umum PBNU Gus Gudfan. Seperti halnya Gus Yahya kemarin, pria yang akrab disapa Gus Ipul itu melakukan pertemuan tertutup dengan Kiai Anwar Manshur dan Kiai Abdullah Kafabihi Mahrus.

“Keduanya (Gus Ipul dan Gus Gudfan) meminta doa restu agar persoalan yang tengah dihadapi PBNU dapat segera menemukan titik terang dan penyelesaian terbaik,” lanjut Gus Muid.

Sementara itu, setelah bertemu para petinggi PBNU, Ponpes Lirboyo mengeluarkan imbauan resmi untuk seluruh alumni pesantren. Terutama mereka yang saat ini berada dalam kepengurusan NU di berbagai tingkatan.

Alumni diminta tetap netral dan tidak bergabung dengan kelompok manapun. Serta, tidak ikut-ikutan dalam perbincangan maupun perdebatan terkait dinamika PBNU.

“Fokuskan khidmah pada pelaksanaan tugas, program kerja, serta pelayanan umat sesuai amanah masing-masing,” pinta Gus Muid membeber tentang imbauan dari para masayikh Lirboyo itu.

Selebihnya, alumni Lirboyo juga diimbau tetap menjaga marwah jam'iyah, ukhuwah nahdliyyah, adab bermedia sosial, dan tetap mengikuti dawuh para masayikh. Tujuannya agar suasana bisa tetap teduh.

“Para Masayikh berharap seluruh alumni Lirboyo menjaga ketenangan, memperkuat ukhuwah, dan mengedepankan adab agar dinamika organisasi dapat dilalui dengan bijak dan penuh kedewasaan,” tandasnya.

Untuk diketahui, konflik elit tengah terjadi di tubuh PBNU. Yahya Cholil Staquf resmi diberhentikan sebagai ketua umum PBNU sejak Rabu lalu (26/11). Surat resmi itu juga ditandatangani oleh Wakil Rais Aam PBNU KH Afifuddin Muhajir dan Katib Syuriyah Ahmad Tajul Mafakhir pada Selasa, 25 November lalu.

Di kesempatan yang berbeda, Gus Yahya menyebut surat edaran yang memberhentikannya dari jabatan ketua umum PBNU inkonstitusional. Dia mengatakan, ketua umum hanya dapat diberhentikan dan dipilih melalui forum Muktamar Nahdlatul Ulama. Gus Yahya sendiri dipilih sebagai ketua umum PBNU periode 2022 - 2027 melalui muktamar NU yang berlangsung di Lampung, pada Desember 2021 lalu.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : Shinta Nurma Ababil
#kediri #gus yahya #pbnu #nu #ponpes lirboyo