JP Radar Kediri - Pemdes Sumberejo menaruh perhatian besar di bidang pertanian. Hal ini didasari fakta bahwa hampir sebagian besar wilayah di sana adalah persawahan. Pun mayoritas penduduk berprofesi sebagai petani.
Untuk mendukung sektor pertanian, pemdes membangun sumur submersible di beberapa titik. Pemdes juga memperbaiki jalan-jalan persawahan guna mempermudah akses petani.
Hingga tahun 2025, jumlah pompa air yang telah terpasang mencapai enam titik. Berada di Dusun Gejeg dan Sumberejo. “Kebetulan di sini hanya dibutuhkan saat musim kemarau saja. Selain itu, pengairan sawah memanfaatkan aliran sungai yang sudah dibangun,” ungkap Kepala Desa Sumberejo Samsul Aziz.
Sebelum adanya sumur tersebut para petani menyewa disel untuk mengairi persawahan. Pasalnya debit air sungai Hardisingat tidak mencukupi. Disel disewa mandiri oleh petani. Kini, keberadaan pompa submersible dinilai membantu petani dalam hal pengairan. Sekaligus menawarkan harga lebih murah.
Sumur-sumur tersebut dikelola oleh kelompok tani. Samsul mengatakan bahwa terobosan ini menjadi solusi ideal petani. Lantaran harganya lebih terjangkau, lebih cepat, dan bisa menjangkau lebih banyak lahan.
“Misalnya, untuk lahan 125 ru itu butuh 2-3 jam untuk pengairannya. Harganya juga terjangkau, Rp 20 ribu per jam,” jelasnya.
Satu sumur submersible dapat menjangkau hingga 7-10 hektare lahan. Air dialirkan melewati saluran-saluran irigasi yang telah terpasang. Seluruh lahan persawahan telah dijangkau oleh saluran irigasi yang telah dipleseng dan dirabat. Sehingga air bisa mencapai lahan milik warga tanpa terhambat.
Selain itu, pemdes juga membangun berbagai jalan usaha tani (JUT). Pembangunan tersebut sekaligus realisasi program Bantuan Keuangan Khusus (BKK) atau padat karya. Menyasar warga yang belum memiliki pekerjaan dan ekonomi menengah ke bawah.
“BKK infrastruktur tahun ini untuk membangun saluran irigasi dan JUT. Program ini melibatkan sekitar 40 warga desa,” tandas Samsul.
Program padat karya dilakukan selama 9 hari dan telah rampung di bulan Oktober lalu. Para warga yang terlibat bergotong royong mengecor jalan menuju persawahan sepanjang 110 meter.
Editor : Mahfud