KEDIRI, JP Radar Kediri-Tak hanya Kota dan Kabupaten Kediri yang realisasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) masih di bawah target.
Realisasi program unggulan Presiden Prabowo itu untuk tingkat Jatim juga masih harus dikebut.
Untuk diketahui, kemarin Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jatim melakukan CKG di SMAN 1 Kediri. Ratusan siswa di sana diperiksa kesehatannya oleh sejumlah tenaga kesehatan.
Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, CKG di halaman belakang sekolah itu diikuti oleh 830 siswa.
“CKG anak sekolah ini dilakukan untuk skrining atau mendeteksi awal kasus-kasus penyakit yang mungkin sudah ada,” kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Waritsah sembari menyebut skrining akan ditindaklanjuti intervensi awal jika siswa dinyatakan sakit.
Dengan deteksi awal itu, menurut Waritsah akan bisa mencegah gangguan kesehatan serius di kemudian hari. Selain itu, intervensi lebih awal juga bisa mencegah dampak serius hingga menuju kematian akibat gangguan kesehatan.
Waritsah menegaskan, pemeriksaan CKG meliputi pemeriksaan fisik dan kesehatan mental. Pemeriksaan fisik mulai dari mata, telinga, pemeriksaan secara umum, hingga laboratorium darah terkait hemoglobin (Hb).
Di Jawa Timur, lanjut Waritsah, ada sekitar 6,3 juta jiwa yang menjadi sasaran CKG anak sekolah. Mereka berasal dari seluruh sekolah, madrasah, hingga pondok pesantren di Jawa Timur.
Di luar sasaran pelajar itu, target CKG untuk masyarakat umum di Jatim sebesar 36 persen. Dari total sasaran warga Jawa Timur sebanyak 42 juta jiwa.
“Untuk capaian CKG di Jawa Timur secara umum kita sudah 24 persen cakupannya. Dan untuk CKG anak sekolah sudah sekitar 31 persen,” bebernya sembari menyebut, CKG anak sekolah akan terus digelar di seluruh sekolah, madrasah, hingga pondok pesantren di Jawa Timur.
Ditanya tentang hasil CKG, Waritsah menyebut ada beberapa gangguan kesehatan yang paling sering ditemui dari pelajar. Di antaranya, karies gigi hingga penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi dan diabetes.
“Penyakit tidak menular ini termasuk hipertensi juga menjadi permasalahan. Kemudian diabetes melitus,” tuturnya.
Yang tak kalah memprihatinkan, jelas Waritsah, adalah kasus gangguan kesehatan jiwa di kalangan pelajar. Khususnya gangguan kesehatan jiwa berupa kecemasan.
“Ada tren peningkatan untuk kecemasan dan depresi dari peserta didik. Ini sepertinya yang kami perlu hati-hati untuk CKG pada anak sekolah, madrasah, dan pondok pesantren,” paparnya.
Terpisah, Plt Kepala SMAN 1 Kediri Arif Syah Putra menyambut baik CKG dari Dinkes Jatim. Menurutnya kemarin hanya siswa kelas XI dan XII yang mengikuti CKG. Sedangkan siswa kelas X hanya mengikuti penyuluhan terkait kesehatan mental.
Sebab sebelumnya mereka sudah mengikuti skrining kesehatan dari Dinas Kesehatan Kota Kediri.
“Kami menyambut sangat positif. Karena kegiatan seperti ini kan juga bagian dari pembelajaran. Jadi sekolah itu kan tidak hanya cerdas di intelektual saja. Tetapi juga di kesehatan. Baik secara mental maupun fisik,” tandas Arif. (ais/ut)
Editor : Mahfud