KEDIRI, JP Radar Kediri-Pembangunan Tol Akses Bandara Dhoho masih terganjal pembebasan tanah terdampak.
Hingga minggu ketiga November ini, masih ada 17 bidang tanah yang belum dibebaskan. Pengadaan tanah tersebut ditarget bisa tuntas Desember ini.
Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kediri Junaedi Hutasoit melalui Kepala Seksi Pengadaan Tanah dan Pengembangan Haris Kurniawan Waluyo Adi mengatakan, 17 bidang tanah di wilayah Kabupaten Kediri yang belum dibebaskan itu mayoritas merupakan tanah kas desa (TKD).
Rinciannya, enam bidang merupakan TKD Tiron, lima bidang TKD Manyaran, tiga bidang tanah wakaf. Ada pula dua aset tanah pemda dan satu sisanya merupakan aset perorangan.
“Akses bandara di wilayah Kabupaten Kediri kurang sedikit,” kata pria yang akrab disapa Haris itu sembari menyebut untuk TKD Tiron sudah ada beberapa proses yang berjalan.
Di antaranya, peninjauan ulang tanah terdampak dan tanah penggantinya.
Setelah dilakukan peninjauan, saat ini sedang dilakukan pembahasan terkait proses pembebasannya.
“Perkiraan dua minggu ke depan, sesuai dengan timeline kalau tidak ada problem dan tanah pengganti oke semua, Tiron segera bisa turun (pembayaran ganti rugi),” kata Haris.
Adapun untuk TKD Manyaran masih dalam proses penelitian berkas. Selanjutnya, untuk tanah wakaf juga sedang berprogres.
Sebelumnya mereka sudah melakukan rapat dengan Kementerian Agama terkait proses pembebasannya.
Untuk masjid di lahan pengganti tanah wakaf itu, menurut Haris juga dalam proses pembangunan.
“Konstruksi fisik masjid sudah 70 persen kurang lebih. Sehingga bisa segera difungsikan,” paparnya.
Bagaimana dengan lahan warga? Haris menegaskan, hingga November ini masih dalam sengketa ahli waris. Jika tidak ada penyelesaian, BPN akan mengambil langkah konsinyasi.
Lebih jauh Haris menegaskan, sesuai timeline, pembebasan tanah harus selesai Desember nanti. Sehingga, pada 2026 bisa fokus percepatan pembangunan fisik.
“Karena ini memang kontruksi fisik diburu. Otomatis pembebasan juga harus cepat,” jelasnya.
Seperti diberitakan, tol akses bandara, khususnya ruas Jl PB Sudirman menuju ke bandara sempat ditargetkan rampung akhir tahun ini.
Namun, proyek jalan bebas hambatan itu dipastikan molor hingga Maret 2026 nanti karena pembebasan tanah belum selesai.
Pembangunan fisik tol juga terhambat proses penimbunan atau pemadatan tanah. Hal itu terjadi karena izin galian C yang digunakan untuk tanah urukan belum selesai.
Akibatnya, pengurukan harus distop sembari menunggu perizinan klir. Dengan beberapa hambatan tersebut, pembangunan tol diprediksi baru akan selesai Maret nanti. (sad/ut)
Editor : Mahfud