KEDIRI, JP Radar Kediri-Teka-teki tentang kepastian Bandara Dhoho menjadi embarkasi haji 2026, terjawab dalam rapat kerja Komisi VIII DPR RI bersama Menteri Haji dan Umrah Senin lalu (18/11). Di sana ditegaskan bahwa bandara di barat sungai itu belum bisa jadi bandara embarkasi dan debarkasi haji tahun depan.
Hal tersebut juga dibenarkan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kediri Ahmad Zamroni. Dia menyebut keberangkatan dan kepulangan jemaah haji asal Kediri tetap dilakukan di Bandara Juanda, Surabaya. “Informasi (batal jadi embarkasi haji) karena terlambat mengajukan ke Menteri Haji dan Umrah. Sementara penjelasannya masih seperti itu,” ujar Zamroni.
Selain alasan tersebut, pria yang ikut menghadiri survei dan audiensi di Bandara Dhoho itu menyebut, faktor lain yang membuat Bandara Dhoho batal jadi embarkasi haji adalah akses jalan menuju ke bandara yang belum tuntutas. Hingga November ini jalan tol di sana masih dalam proses pembangunan.
“Namun belum ada (alasan) secara detail apakah itu yang menjadi pertimbangan atau karena keterlambatan pengajuan karena kondisi di lapangan seperti itu,” terangnya.
Meski demikian, menurut Zamroni dari hasil survei sebelumnya sarana dan prasarana bandara dianggap sudah unggul. Apalagi, jika dibandingkan dengan Bandara Juanda, Bandara Dhoho memiliki runway atau lintasan yang lebih panjang. Yakni, 3.300 meter dengan lebar 45 meter.
Dengan ukuran itu, memungkinkan bandara untuk melayani pesawat berbadan lebar seperti Boeing 777 hingga Airbus A380. “Tapi untuk 2027 sepertinya kemungkinannya sangat besar sekali karena kita memang butuh (fasilitas embarkasi tambahan, Red). Jawa Timur mendapatkan tambahan kuota 7 ribu dari tahun sebelumnya. Ini kan juga perlu ada strategi,” beber Zamroni.
Terpisah, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kediri Achmad Faiz melalui Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdul Kholiq Nawawi mengatakan hal yagn sama. Menurutnya, salah satu penyebab Bandara Dhoho batal jadi embarkasi haji tahun depan karena sarpras penunjang yang belum memadai. “Sebab akses tol ke Bandara Dhoho belum bisa nyambung,” terangnya.
Seperti diberitakan, Bandara Dhoho ditetapkan sebagai bandara internasional dengan turunnya Keputusan Menteri Perhubungan No. KM 37/2025 tentang Penetapan Bandar Udara Internasional. Serta Keputusan Menteri Perhubungan No. KM 38/2025 tentang Penggunaan Bandar Udara yang Dapat Melayani Penerbangan Langsung dari dan ke Luar Negeri.
Meski status bandara sebagai embarkasi haji 2026 nanti lolos, saat ini manajemen bandara sedang menyiapkan layanan penerbangan internasional. “Untuk persiapan penerbangan internasional masih dalam proses,” ungkap Pejabat Pengganti Sementara (PgS) Legal, Compliance and Stakeholder Relation Manager Farah Muthia Alfiani sembari menyebut salah satu yang dikebut adalah sarpras keimigrasian.
Senada dengan Farah, Kasubsi Informasi Keimigrasian (Infokim) Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Kediri Pandapotan Bertua Panahatan Hutagaol mengaku masih memproses sarpras keimigrasian. Di antaranya, jaringan internet. “Kami masih koordinasi dengan Direktorat Jenderal Imigrasi terkait pemasangan jaringan internet, sarana dan prasarana,” jelasnya.
Selebihnya, pria yang akrab disapa Dapot itu juga tengah berkoordinasi dengan PT Surya Dhoho Investama (SDhI). Yakni, terkait penyiapan sarana dan prasarana yang akan digunakan untuk pemeriksaan keimigrasian. “Kami sudah memberi list sarpras yang harus dilengkapi untuk ruang detensi dan ruang pemeriksaan sudah tersedia,” papar Dapot.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil