KEDIRI, JP Radar Kediri- Pembangunan Pasar Ngadiluwih terus dikebut.
Mendekati deadline proyek pada akhir Desember nanti, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Kediri meningkatkan pengawasan agar proyek tidak molor.
Kepala Disdagin Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih mengatakan, saat ini progres pembangunan Pasar Ngadiluwih sudah hampir rampung.
Yakni mencapai 78 persen. “Ini sudah minggu ke 29. Progres-nya mendekati finish,” ungkap Tutik.
Lebih jauh Tutik menyebut, beberapa item bangunan di dalam pasar sudah dibangun. Salah satunya seperti bangunan utama.
Namun, item detailnya masih belum rampung. Misalnya untuk los dan beberapa item lainnya.
“Secara makro bangunan utama sudah. Los sudah sampai bawah. Tengah sudah tercor semua. Cor bawah baru selesai. Tapi atas rangka pilar belum,” lanjut Tutik memerinci beberapa item proyek yang sudah dikerjakan.
Selain beberapa unit bangunan itu, menurut Tutik pekerjaan rumah (PR) besar dalam pembangunan Pasar Ngadiluwih adalah pagar pasar. Demikian pula fasad pasar.
Diakui Tutik, ada beberapa kendala yang dialami dalam proses pembangunan. Salah satunya cuaca yang mulai masuk musim penghujan.
Hal itu jadi salah satu tantangan besar yang dihadapi dalam proses pembangunan Pasar Ngadiluwih.
Selain itu, menurutnya juga ada proses pembangunan yang molor. Ada beberapa perencanaan mingguan yang tidak dipenuhi oleh pihak kontraktor.
“Ada beberapa kendala, selain hujan, mereka (kontraktor) juga kurang memperhatikan metode kerja terkait plan mingguan. Sehingga targetnya tidak terelaisasi,” tandas perempuan yang juga menjabat plt kepala dinas ketahanan pangan dan peternakan itu.
Disdagin, lanjut Tutik, sudah melakukan mitigasi dan pengendalian secara berkala. Namun, menurutnya dari kontraktor masih tetap lambat.
“Masih perlu terus dilakukan pengendalian, mengingat progres termasuk lambat. Makanya kami fokus percepatan itu. Mengingat hujan juga,” aku Tutik.
Selebihnya, dia mengaku terus melakukan evaluasi dan kontrol. Tutik berharap pekan ini bisa rampung secara keseluruhan.
Sehingga di minggu berikutnya atau akhir November tinggal proses finishing.
“Kalau berdasarkan pengendalian kami yang dilakukan secara berkala saya rasa bisa selesai. Namun, tetap tergantung eksekutor,” tegasnya.
Seperti diberitakan, pembangunan Pasar Ngadiluwih dianggarkan Rp 29,8 miliar. Rekanan memenangkan tender senilai Rp 23,8 miliar.
Konsep pembangunan Pasar Ngadiluwih dibuat sama dengan Pasar Wates. Yakni, pasar yang mengolaborasikan konsep tradisional, modern, dan budaya.
Jika luas Pasar Wates hanya 10 ribu meter persegi, Pasar Ngadiluwih lebih luas atau mencapai 13 ribu meter persegi.
Pembangunan ditargetkan bisa selesai pada 23 Desember 2025 nanti. (sad/ut)
Editor : Mahfud