KEDIRI, JP Radar Kediri- Pembinaan kebersihan dan sanitasi lingkungan untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak hanya akan dilakukan sekali.
Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) akan melakukan monitoring secara berkala. Tujuannya memastikan aktivitas dapur tidak membawa dampak buruk bagi lingkungan.
“Nanti monitoring rutin setiap tiga bulan sekali akan kami lakukan,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri Indun Munawaroh.
Dia menegaskan, pembinaan akan rutin dilakukan sebagai bagian pengawasan oleh Satgas MBG Kota Kediri.
Itu dengan harapan, tidak ada pihak yang dirugikan dari aktivitas dapur MBG. Khususnya masyarakat dan lingkungan sekitar dapur berada.
Adapun saat ini, sedikitnya ada 28 titik SPPG di Kota Kediri. Sebanyak 22 di antaranya sudah mulai beroperasi.
Di luar itu, dipastikan akan ada dapur-dapur MBG lainnya yang akan dibentuk untuk bisa menjangkau seluruh sasaran di Kota Kediri.
Berdasarkan perhitungan sasaran MBG, dibutuhkan sedikitnya 50 dapur SPPG untuk bisa mengcover seluruh sasaran.
Sebelumnya, tim dari DLHKP Kota Kediri sebagai bagian dari Satgas MBG Kota Kediri melakukan pembinaan kebersihan dan pengolahan limbah melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Dalam pembinaan itu, pihaknya mengecek kebersihan masing-masing dapur serta pengoperasian IPAL yang dilakukan dapur.
“Temuan-temuan ini nanti akan disampaikan ke satgas. Nanti kemudian dari satgas akan dilaporkan ke pusat,” sambung Staf Bidang Penataan dan Penaatan Lingkungan Hidup DLHKP Kota Kediri Hari Saryono.
Seperti diberitakan, DLHKP Kota Kediri turun ke dapur-dapur MBG di Kota Kediri mulai 6 November lalu.
Tim yang disebar di seluruh SPPG itu ditugaskan mengecek dan melakukan pembinaan terhadap pengelolaan limbah dapur. Termasuk sisa aktivitas dapur seperti food waste dan limbah minyak goreng.
Hasilnya, mayoritas dapur sudah memiliki IPAL meski baru sederhana. Beberapa dapur juga mendapat catatan terkait pengelolaan limbah dapur agar tidak berdampak buruk bagi lingkungan.
Selain memberikan pendampingan terhadap dapur-dapur yang sudah operasional, DLHKP juga menggencarkan edukasi terhadap dapur-dapur yang masih akan beroperasi agar nantinya bisa mengelola limbah dengan maksimal.
Editor : Andhika Attar Anindita