Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pembangunan Jalan Tol Kediri-Kertosono Terpaksa Mundur Lagi, Ini Penyebabnya

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Jumat, 14 November 2025 | 18:56 WIB

 

TUNGGU PEMBANGUNAN: Tanah terdampak proyek Tol Kediri-Kertosono di Desa Bakalan, Grogol difoto dari udara. Meski pembebasan tanah sudah mencapai 98 persen, proyek fisik belum dimulai karena terhambat
TUNGGU PEMBANGUNAN: Tanah terdampak proyek Tol Kediri-Kertosono di Desa Bakalan, Grogol difoto dari udara. Meski pembebasan tanah sudah mencapai 98 persen, proyek fisik belum dimulai karena terhambat

KEDIRI, JP Radar Kediri-Masyarakat yang ingin segera mengakses Tol Kediri-Kertosono masih harus bersabar.

Pasalnya, rencana pembangunan jalan bebas hambatan yang masuk proyek strategis nasional itu mundur lagi.

Jika semula lelang fisik ditarget tuntas akhir tahun, agenda tersebut baru bisa dilakukan di triwulan I 2026 nanti.

Salah satu yang menghambat lelang fisik adalah pembebasan tanah di wilayah Kabupaten Nganjuk. Hingga pertengahan November ini capaiannya masih di bawah 70 persen.

Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Kediri Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sukadi mengatakan, progres pembayaran tanah di wilayah Nganjuk baru sebesar 68 persen.

“Yang dalam proses pengajuan pembayaran ke Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) hanya sekitar 5-6 persen,” tutur Sukadi.

Dengan progres tersebut, pembebasan tanah baru bisa mencapai 80 persen paling cepat akhir Desember ini.

Selain tanah milik warga, menurutnya ada sekitar enam persen fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) yang terdampak.

Untuk percepatan pembebasan tanah, Sukadi menyebut Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana sudah menelepon Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi.

Di antaranya, berkoordinasi terkait percepatan pemberian SK pembebasan tanah fasum dan fasos.

“Sekarang SK pembebasan fasum dan fasos terdampak sedang diproses,” ungkap Sukadi sembari menyebut setelah SK turun bisa segera dilakukan pembayaran ganti rugi.

Untuk diketahui, masih minimnya jumlah tanah yang dibebaskan membuat lelang proyek fisik belum kunjung bisa dilakukan.

Sesuai mekanisme, lelang baru bisa dimulai jika tanah yang dibebaskan sudah mencapai 80 persen.

Jika akhir Desember nanti pembebasan tanah benar-benar bisa mencapai 80 persen, Sukadi menyebut lelang proyek fisik akan dilakukan di triwulan pertama 2026.

“Kemarin saya sudah komunikasi dengan PPK-nya (pejabat pembuat komitmen) Tol Kediri-Kertosono, insyaallah di awal tahun 2026 bisa dilakukan lelang. Di triwulan pertama bisa lelang,” papar Sukadi optimistis.

Berdasar pengalaman, proses lelang biasanya butuh waktu 3-4 bulan. Sehingga, pada triwulan II nanti sudah bisa ditentukan pemenang lelangnya.

Saat itu juga proyek fisik Tol Kediri-Kertosono bisa dimulai.

Seperti diberitakan, Tol Kediri-Kertosono akan dibangun sepanjang 20,30 kilometer (km). Total ada 21 desa terdampak di Nganjuk dan Kabupaten Kediri.

Di Bumi Panjalu, total ada lima desa yang terletak di dua kecamatan.

Yaitu, empat desa di Kecamatan Banyakan yang meliputi Desa Banyakan, Desa Ngablak, Desa Sendang, dan Desa Maron. Satu lainnya adalah Desa Bakalan, Grogol.

Sementara itu, jika pembebasan tanah di Nganjuk baru mencapai 68 persen, di Kabupaten Kediri sudah mencapai 98 persen.

Yang belum dibebaskan tinggal dari Desa Maron, Banyakan sebanyak enam lokasi yang semuanya merupakan kios kecil.

“Bangunan berukuran 2x3 meter. Ada juga di Desa Ngablak (yang belum bebas),” tandas Sukadi optimistis tahun ini pembebasan tuntas. (sad/ut)

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#kediri kertosono #mundur #pembangunan jalan tol