Kepala BPS Kota Kediri Emil Wahyudiono mengatakan, ada beberapa faktor yang membuat Kota Kediri mengalami inflasi. Sebab utamanya datang dari komoditas emas. Komoditas ini mengalami inflasi sebesar 13,85 dengan andil sebesar 0,25 persen.
Bahkan, kenaikan harga emas ini mengalahkan kenaikan harga di kelompok makanan, minuman, dan tembakau. “Harga emas sangat dipengaruhi harga global,” jelasnya saat melakukan rilis melalui zoom meeting pada Senin (3/11) lalu.
Setelah emas, komoditas lain yang memiliki andil besar untuk inflasi adalah telur ayam ras. Kemudian diikuti cabai merah, apel, dan daging ayam ras. Fakta menariknya, kenaikan harga yang terjadi pada telur dan daging ayam ras ini dipicu oleh program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Pelaksanaan program MBG yang telah berlangsung beberapa bulan menyebabkan kenaikan permintaan daging ayam dan telur ayam yang menjadi bagian menu program,” terang pria yang akrab disapa Emil itu.
Lebih lanjut, masuknya musim hujan juga turut menyebabkan persediaan komoditas hortikultura terganggu. Misalnya bawang merah, cabai, dan tomat pada saat musim hujan ikut memengaruhi hasil panen.
“Tanaman hortikultura ini sangat dipengaruhi musim,” ujarnya.
Terlepas dari itu, inflasi secara mtm di Kota Kediri tercatat lebih tinggi dibandingkan inflasi mtm secara Jawa Timur dan Nasional. Inflasi mtm di Jawa Timur adalah 0,3 dan Nasional sebesar 0,28. Sementara, inflasi Kota Kediri secara year to date (ytd) Kota Kediri adalah 1,98 persen dan year on year (yoy) sebesar 2,68 persen.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian