JP Radar Kediri - Dalam upaya pemberdayaan warganya, Pemdes Sekara rutin membuat program Bantuan Keuangan Khusus (BKK).
Program pemerintah ini bertujuan memberikan bantuan tunai dengan cara menyerap tenaga kerja ɓdi desa secara maksimal.
Program tersebut bertujuan untuk membantu perekonomian masyarakat. Terutama bagi keluarga miskin atau pengangguran. Program ini dilaksanakan selama 17 hari di bulan Oktober-November.
Kriteria penerima BKK cukup beragam. Mulai warga yang belum memiliki pekerjaan, setengah menganggur, ekonomi lemah, pekerja perempuan, hingga mereka yang baru terkena PHK.
2Rentang usia yang diprioritaskan adalah usia produktif di bawah 60 tahun. Melalui mekanisme padat karya ini, diharapkan bantuan dapat langsung terasa dampaknya bagi pemulihan ekonomi rumah tangga.
“Ini kan musim paceklik ya, harapannya bisa membantu warga yang ekonomi bawah atau pengangguran. Sekaligus melaksanakan pembangunan di desa,” ungkap Sekretaris Desa Sekaran Dwi Rahmawati.
Untuk melaksanakan program tersebut, Rahma menyebut bahwa dana yang dialirkan berjumlah Rp 110 juta. Dengan rincian 52 persen untuk upah pekerja dan sisanya untuk material pembangunan.
Pembangunan yang dilakukan adalah pembuatan saluran drainase sepanjang 100 meter di Dusun Sekaran Kidul.
Dulunya di sana memang sudah ada drainase. Namun belum dipasang plengsengan. Sehingga saat hujan sering terjadi banjir.
Tahun ini ada 49 pekerja yang terlibat. Karena fokusnya pemberian bantuan dalam bentuk pemberdayaan maka saluran yang dibangun tidak panjang. Hanya 100 meter saja.
“Dengan drainase, maka air yang biasanya menggenang bisa disalurkan ke sawah,” ucap Dwi.
Pembangunan ini menjadi solusi nyata untuk mengatasi masalah genangan air yang selama ini dikeluhkan warga.
Proyek pembangunan drainase tersebut sudah rampung di awal bulan November ini. Para penerima bantuan melakukan pekerjaan setiap hari dari pagi hingga sore.
Dengan semangat gotong-royong pekerja membangun drainase menggunakan material yang disediakan oleh Pemdes.
Editor : Andhika Attar Anindita