Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pemdes Sukoharjo Kediri Berikan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik kepada Petani

Diana Yunita Sari • Selasa, 11 November 2025 | 04:56 WIB
Petani ikuti praktik pembuatan pupuk (Diana Yunita Sari)
Petani ikuti praktik pembuatan pupuk (Diana Yunita Sari)

JP Radar Kediri - Mayoritas warga Desa Sukoharjo bekerja sebagai petani. Oleh karena itu pemdes memberi perhatian lebih pada program-program di bidang pertanian. Baik di bidang fisik. Seperti saluran irigasi atau juga pelatihan-pelatihan bagi petani. 

Salah satu pelatihan yang dilakukan adalah sekolah lapang pembuatan pupuk organik dan pestisida nabati.

Dalam kegiatan ini, pemdes menghadirkan pemateri dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri. Pelatihan dilakukan selama satu bulan dengan enam kali pertemuan.

“Kebetulan pelatihannya ada di pelataran rumah saya. Kelompok tani selain dibekali materi juga praktik langsung,” ungkap Sekretaris Desa Sukoharjo Margo Pranoto.

Kegiatan yang dilakukan yaitu pemaparan materi tentang pembuatan kompos. Baik dari bahan, teknis penggunaan, dan pengaplikasian pada tanaman.

Agenda tersebut tidak hanya untuk mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia. Namun, juga melatih kemandirian petani mengolah pupuk.

“Pupuk kimia sudah menjadi hal yang wajar, namun pupuk organik itu membuat unsur hayati tetap terjaga. Sehingga untuk jangka panjang tanah tetap subur,” ungkapnya.

Pembuatan pupuk organik juga untuk melatih petani memanfaatkan kompos yang tersedia. Mengingat mayoritas petani juga merupakan peternak.

Pupuk yang dihasilkan berupa pupuk tabur dan juga pupuk semprot. Pupuk yang sudah jadi kemudian diaplikasikan ke lahan pertanian masing-masing.

Dalam pembuatannya, pupuk kandang baik sapi atau kambing dilakukan fermentasi, pemberian obat, dan dikeringkan hingga siap digunakan.

Menurut Margo, hasil dari pupuk organik dapat dilihat dalam jangka waktu satu bulan. Memang lebih lama dibandingkan dengan pupuk kimia yang tak sampai dua minggu hasil sudah terlihat.

“Ada juga pestisida nabati yang disemprotkan, biasanya yang bagus itu dari urin kelinci yang dekomposer, lalu diberi tetes,” jelas Margo. 

Sekolah lapang atau pelatihan kepada petani selalu dilaksanakan setiap tahunnya. Harapannya petani mau belajar tentang kualitas tanah jangka panjang dengan mencoba pupuk organik.

Editor : Andhika Attar Anindita
#kabupaten kediri #kediri #Pemdes #pelatihan pupuk organik #kayenkidul #pupuk organik #SEKOLAH LAPANG