Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Cara Pemdes Tanon, Kecamatan Papar Jaga Kerukunan Beragama antar Warga di Kediri

Diana Yunita Sari • Senin, 10 November 2025 | 12:50 WIB
Acara rutin Pemdes Tanon, doa lintas agama di malam kemerdekaan (Dok. Pemdes Tanon)
Acara rutin Pemdes Tanon, doa lintas agama di malam kemerdekaan (Dok. Pemdes Tanon)

JP Radar Kediri- Warga Desa Tanon, Kecamatan Papar, Kabupaten  Kediri dikenal selalu menjunjung tinggi kerukunan beragama. Mulai dari pemeluk agama Islam, Hindu, Katolik, hingga Kristen hidup damai di sana. Mereka selalu berdampingan dengan damai dan saling menghormati. Menjadikan toleransi sebagai budaya sehari-hari.

Pemdes Tanon juga rutin mengadakan acara pertemuan untuk menjaga dan mempererat kerukunan antarwarga. Salah satu agenda yang menonjol adalah acara tahunan di malam perayaan Hari Kemerdekaan. Seluruh warga dari berbagai agama berkumpul dan ikut berdoa bersama di jalanan Dusun Payak.

“Tujuannya untuk mempererat hubungan antarwarga Desa Tanon,” ungkap Sekretaris Desa Tanon Achmad Safi'i.

Baca Juga: Pemdes Putih di Gampengrejo Kediri Genjot Pembangunan Fisik, Ini Penjelasan Kades

Menurut Safi'i, warga Desa Tanon hidup bermasyarakat tanpa mencampuradukkan urusan agama. Di Desa Tanon, setiap warga dipersilakan memegang dan menjalankan kepercayaan masing-masing tanpa gangguan.

Desa Tanon bahkan terkenal dengan dua hari raya keagamaan besar yang selalu melibatkan partisipasi lintas agama. Salah satunya adalah saat perayaan Nyepi. Di sana, rutin diadakan Festival Ogoh-Ogoh. Menariknya, tak hanya umat Hindu yang berpartisipasi. Melainkan seluruh warga desa ikut membantu mempersiapkan acara tersebut.

“Misalnya saat Nyepi, di sini umat Muslim dan Katolik ikut membantu menjaga keamanan dan kenyamanan. Mereka bahkan ikut menjadi Pecalang saat umat Hindu merayakannya,” ungkap Safi'i.

Baca Juga: Pemdes Mukuh Kediri Gandeng Dokter Spesialis Anak untuk Fasilitasi Kesehatan

Festival Ogoh-Ogoh adalah agenda tahunan yang biasanya dilakukan dengan pawai keliling desa. Dimulai dari Pura menuju ke jalan-jalan desa. Safi'i menambahkan bahwa acara ini selalu ada setiap tahun.

“Dulu waktu Covid juga tetap terlaksana, tapi kegiatannya diperkecil dan jumlah partisipan yang dibatasi,” tutupnya.

Selain Festival Ogoh-ogoh, kerukunan ini juga terlihat ketika malam Hari Raya Idul Fitri. Kegiatan takbir keliling yang diadakan pun selalu dimeriahkan oleh umat beragama lainnya. Menunjukkan betapa kuatnya ikatan sosial dan toleransi yang telah mengakar di Desa Tanon.

Untuk mendapatkan berita- berita terkini  Jawa Pos  Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : rekian
#program desa #kabupaten kediri #papar #kediri #toleransi #Pemdes #tanon #kerukunan beragama