JP Radar Kediri-Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mengebut proyek revitalisasi Jl Stasiun. Sejak Senin (3/11) lalu, akses jalan sepanjang 200 meter itu ditutup total untuk pengecoran.
Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, proyek pembangunan diawali dengan perbaikan drainase di sisi kiri dan kanan jalan. Saat itu, jalan masih bisa dilewati meski hanya satu ruas saja.
Namun, sejak Senin (3/11) lalu, akses jalan tersebut ditutup total.
“Penutupan jalan itu karena ada pengecoran beton di sisi utara,” ujar Kepala Dinas PUPR Kota Kediri Endang Kartika Sari melalui Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga I Made Dwi Permana.
Imbas pengecoran jalan, banyak kendaraan berat yang berada di lokasi proyek. Khususnya truk molen pengangkut material beton. Agar mobilitas kendaraan bisa leluasa, jalan tersebut ditutup sepenuhnya.
Lebih jauh pria yang akrab disapa Made itu mengatakan, hingga awal November ini realisasi fisik proyek sudah mencapai 60 persen. Dalam dua bulan ke depan, rekanan harus mengebut penyelesaian pekerjaan yang dimulai pada 24 Juni lalu.
Untuk diketahui, Pemkot Kediri akan merombak Jl Stasiun menjadi salah satu titik ikon di Kota Kediri. Sebelumnya, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menandai dimulainya proyek dengan melakukan groundbreaking.
Sebagai salah satu jalan yang strategis dilalui masyarakat yang berkunjung ke Kediri, pemkot akan mempercantik ruas jalan tersebut.
“Target pengerjaan jalan ini masih 21 Desember,” jelas Made tentang proyek yang menelan anggaran Rp 8 miliar tersebut.
Proyek revitalisasi Jl Stasiun terdiri dari pekerjaan rehabilitasi saluran atau drainase, serta peningkatan jalan. Pembangunan jalan di sana akan mengusung konsep yang selaras dengan nuansa kolonial seperti bangunan di Stasiun Kediri.
Baca Juga: Tingkatkan Aktivitas Ekonomi, Pemkot Kediri Bakal Tata Ulang Simpul Transportasi di Jalan Stasiun
Setelah menyelesaikan pengecoran trotoar, Made menyebut selanjutnya eksekusi peningkatan jalan akan segera dilakukan. Kontraktor akan menggarap perkerasan jalan. Ruas jalan sepanjang sekitar 200 meter itu disulap dengan wajah baru. Finishing jalan tidak akan menggunakan aspal seperti kondisi eksisting sebelumnya.
“Finishing jalan akan dilakukan dengan cobble stone,” tandas Made.
Diakui Made, mulai awal November ini proyek terkendala kondisi cuaca yang sering turun hujan. Meski demikian, pihaknya optimis bisa menyelesaikan pekerjaan hingga tenggat waktu yang ditetapkan. Yakni pada akhir Desember mendatang. (*)
Editor : Mahfud