Menurut Sekretaris Dewan Kabupaten Kediri Ilario Mendes, pemilihan lokasi rapat di luar gedung Pemkab Kediri bukanlah keinginan dari wakil rakyat. Semula rapat paripurna rencananya akan digelar di gedung Tegowangi milik Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD).
Saat hendak digunakan untuk rapat paripurna, ruangan tersebut sudah lebih dulu digunakan untuk kegiatan lain. Karena itulah, pihaknya terpaksa mencari alternatif di tempat lain. “Ruangan Tegowangi yang biasa dipakai ternyata sudah ada yang pesan untuk kegiatan. Jadi, kami cari ruangan lain yang memungkinkan dan akhirnya di Graha Lila Catering,” ujarnya.
Dia memastikan, penggunaan Graha Lila Catering untuk rapat paripurna itu hanya bersifat sementara saja. Prioritas utamanya tetap menggunakan ruang Tegowangi di BPKAD. Adapun opsi lainnya yang bisa dipakai adalah Bhagawantabari atau Convention Hall SLG.
“Kami (di Graha Lila. Catering) tidak sewa, hanya memakai saja. Jadi, sistemnya pesan konsumsi,” ujarnya. Dia menyebutkan jika pemesanan konsumsi itu sudah bisa menggunakan tempatnya. Dia menambahkan, tempat yang dipakai sudah termasuk fasilitas ruangan.
Ini menjadi tantangan bagi DPRD Kediri dalam menjalankan agenda-agenda penting, termasuk rapat paripurna pembahasan kebijakan daerah. Meski demikian, Sekwan memastikan bahwa kegiatan dewan tetap berjalan normal. Saat ini, masih menunggu proses pemulihan gedung DPRD yang terbakar selesai dilakukan.
Seperti diketahui, rapat paripurna DPRD Kabupaten Kediri itu dilakukan di luar setelah adanya 30 Agustus lalu. Peristiwa mencekam itu menyebabkan kantor DPRD Kabupaten Kediri ludes terbakar. Akibatnya, sejumlah kegiatan penting seperti rapat paripurna tidak lagi bisa dilaksanakan di gedung dewan.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian