“Kami akan terapkan secara bertahap,” jelasnya. Sasarannya adalah pasar-pasar besar dan sedang. Seperti Pasar Grosir, Pasar Pahing, Pasar Setonobetek, dan Pasar Bandar. Dan berharap semua pasar akan menerapkan ticketing digital.
Sistem ticketing digital sudah diberlakukan di Pasar Banjaran. Pemasangan di sana menjadi salah satu contoh pasar tradisional pertama untuk uji coba sistem baru. Karena masih baru, pengunjung pun banyak yang belum mengetahui cara kerjanya.
Terkait sistem kerjanya, hampir sama dengan sistem parkir Taman Sekartaji atau Taman Ngronggo dan mal di Kota Kediri. Pada pintu masuk pengunjung bisa menekan tombol hingga keluar tiket parkir.
Selanjutnya, di pintu keluar terdapat pos petugas. Di sana pengunjung bisa membayar sesuai tarif yang ditetapkan. Setelah membayar barulah petugas membukakan palang pintu tersebut.
Sementara itu, Tina Putriya selaku pengunjung menyambut baik adanya sistem parkir digital ini.“Senang sih kalau ada sistem digital gini kecurangan-kecurangan jadi minim,” ujar perempuan yang akrab disapa Tina. Dia pun berharap sistem ini bisa mempermudah pengunjung ke pasar.
Sementara itu, Koordinator Pasar Banjaran Syai’ul Fuad mengatakan, memang tidak mudah mengubah kebiasaan pengunjung maupun pedagang pasar. Selain dua orang yang menabrak palang, tak sedikit yang masih nekat menerobos.
“Belum terbiasa sama teknologi seperti ini. Dan karena faktor kebiasaan juga. Kebiasaan nggak bayar,” ungkapnya. Meskipun pembayaran karcis secara digital menggunakan QRIS tapi mayoritas pengunjung masih membayar secara tunai. Mereka belum memiliki aplikasi pembayaran nontunai.
“Khusus mobil bayar pakai tap harusnya bisa. Cuma berhubung kami belum menyediakan alatnya, jadi belum bisa,” sambung pria yang akrab disapa Fuad itu.
Di awal pelaksanaannya ini menurutnya juga kerap terkendala antrean yang mengular. Di jam-jam tertentu gate bisa crowded.
Baca Juga: Pemdes Ngasem Kediri Bangun Rest Area untuk Optimalkan Pendapatan Asli Desa
“Terjadi sekitar pukul 06.30 sampai 08.00,” bebernya. Uji coba ini dilakukan selama dua minggu. Sebelum nantinya dilakukan evaluasi untuk penerapan kebijakan selanjutnya.
Untuk diketahui, tarif setiap kendaraan berbeda-beda. Untuk motor berlaku Rp 2 ribu, motor khusus yang membawa obrok Rp 3 ribu. Dan yang membawa mobil dikenakan Rp 5 ribu.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian