Pemdes Ngino berkomitmen merampungkan proyek fisik demi meningkatkan kesejahteraan warganya.
Salah satu proyek prioritas yang selesai dibangun adalah Taman Posyandu (Tapos). Lokasinya di samping kantor desa.
Tapos di Desa Ngino sebenarnya telah beroperasi sejak tahun 2015. Namun, kala itu masih belum memiliki bangunan fisik sendiri.
Selama bertahun-tahun mereka harus berpindah-pindah. Dari menumpang di rumah kasun hingga menggunakan balai desa pada akhir tahun 2024.
“Belum punya bangunan fisik, jadi selama ini memang berpindah-pindah. Baru di tahun 2024 Tapos ini kami anggarkan pembangunannya oleh desa,” ujar Sekretaris Desa Ngino, Mauliza Hafidhoh.
Pembangunan gedung tapos ini dilakukan dalam satu tahap penganggaran. Proyek ini rampung dalam kurun waktu sekitar empat bulan.
Gedung baru ini didirikan di atas lahan kosong milik desa. Tapos Desa Ngino saat ini memiliki murid sebanyak 30 anak dengan usia rata-rata 3 tahun.
Bangunan tapos yang baru ini terdiri atas dua ruangan utama. Yaitu satu ruang kelas untuk kegiatan belajar.
Lalu, satu ruangan lagi difungsikan sebagai kantor guru. Mauliza menambahkan bahwa fasilitas kamar mandi masih belum tersedia. Namun hal ini tidak menjadi kendala besar.
“Karena lokasinya sangat dekat dengan kantor desa, jadi murid dan guru sementara bisa memanfaatkan fasilitas kamar mandi kantor desa,” jelasnya.
Mengingat kegiatan tapos hanya berlangsung Jumat dan Sabtu, bangunan ini juga akan digunakan untuk kegiatan lainnya.
Seperti pertemuan rutin PKK atau pelaksanaan program-program kesehatan yang melibatkan masyarakat.
Editor : Andhika Attar Anindita