KOTA, JP Radar Kediri-Bantuan langsung tunai sementara (BLTS) yang akan digulirkan Oktober ini dipastikan akan menyasar penerima bansos regular. Yakni, penerima bantuan pangan non-tunai (BPNT) dan program keluarga harapan (PKH) pada triwulan sebelumnya. Termasuk 467 penerima bansos yang rekeningnya diblokir karena terindikasi judi online (judol). Syaratnya, mereka harus mengajukanreaktivasi dan diterima pengajuannya oleh Kementerian Sosial.
Untuk diketahui, sebanyak 467 penerima bansos di Kota Kediri diblokir rekeningnya oleh Kemensos. Mereka terdiri dari penerima BPNT dan PKH. Dua bantuan itu bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dan disalurkan oleh Kemensos.
Pemblokiran tersebut buntut temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan(PPATK) tentang adanya aktivitas judi online daridata penerima bansos tersebut. Akibatnya, merekatidak bisa menerima bansos pada triwulan 3 lalu.
Namun, mereka masih berpeluang mendapatalokasi bansos triwulan 4 jika mengajukan reaktivasi. Sebaliknya, mereka terancam tidak bisa menerimabansos kembali di triwulan 4 jika tidak mengajukanreaktivasi.
Kepala Dinas Sosial Kota Kediri Imam Muttakinmengatakan, hingga saat ini penerima bansos yang rekeningnya terblokir masih bisa mengajukanreaktivasi. Itu setelah Kemensos masih membukapeluang bagi masyarakat untuk mengajukanreaktivasi.
“Dari Kemensos masih membuka peluang. Tapi memang sampai sekarang belum ada tanggapan(terkait status penerima bansos) dari Kemensos,” ujarImam.
Dia mencontohkan, belum lama ini Dinsos Kota Kediri memfasilitasi dua keluarga penerima manfaat(KPM) yang mengajukan reaktivasi. Namun, hinggasaat ini belum ada tanggapan dari Kemensos terkaitstatus warga tersebut.
“Yang sudah diajukan itu kan yang jelas akankami verifikasi dulu. Kami asesmen lagi, benarnggak, kira-kira. Atau mungkin diambil datanyasama orang, dipinjam datanya, seperti itu harus kami asesmen,” beber Imam terkait prosedur tindak lanjutdari rekening-rekening penerima bansos yang diblokir Kemensos.
Hal itu juga bertujuan untuk memastikanketerlibatan KPM dengan aktivitas judol. Sebab, dimungkinkan KPM bukan merupakan pemain judol. Melainkan pelaku merupakan orang lain. Bisa karenadatanya disalahgunakan, atau anggota keluargalainnya dalam satu kartu keluarga (KK) yang merupakan pelaku judi online.
“Baru nanti kalau memang mereka yakinmemang dia bukan pelaku aktif, mungkin masih bisakami bantu untuk reaktivasinya,” tandasnya.
Lalu, kapan batas waktu reaktivasi agar bisatetap menerima bansos triwulan 4 dan bansos BLTS Kesra? Imam mengatakan belum ada informasiterkait cut-off data bansos. Artinya, pengajuanreaktivasi oleh masyarakat masih bisa dilakukan.
Seperti diberitakan, dalam waktu dekatPemerintah Pusat akan menyalurkan BLTS untukperiode Oktober – Desember. BLT tambahan ituditujukan sebagai stimulan ekonomi jelang akhirtahun. Di Kota Kediri ada 35.673 calon penerima manfaat.
Data yang diterima itu merupakan warga Kota Kediri yang masuk dalam desil 1 - 4 Data TerpaduSosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Rinciannya23.328 KPM dari bansos Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) yang sudah terdaftar di Kota Kediri. Ada pula 12.345 penerima tambahan. Saat ini, Pemkot Kediri tengahmelakukan verifikasi dengan menyasar KPM tambahan di luar penerima BPNT dan PKH regulertersebut.
Dengan begitu, semua penerima manfaat BPNT dan PKH reguler dipastikan juga akan mendapatkucuran BLT tambahan ini. Sehingga di triwulan 4ini, mereka akan mendapat tambahan bansos. Di luarbansos reguler yang terjadwal.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira