Selain bergelombang, jalan tersebut juga ada yang berlubang. Tidak ingin ada korban, warga memperbaiki jalan tersebut secara swadaya. Warga RT setempat yaitu RT 1.1 dan RT 2.1 menggunakan aspal sisa Bandara Dhoho Kediri.
Jalan yang diperbaiki tersebut banyak digunakan warga dusun maupun warga desa lain untuk melintas. Akses jalan menuju spot penting seperti sekolah, masjid, jalur pertanian, penghubung antar desa, dan jalan menuju Polsek Banyakan.
Perbaikan itu dilakukan pada 2022, warga desa secara swadaya memutuskan untuk memperbaiki jalan tersebut. “Kami perbaiki dengan aspal kualitas jelek sisa bandara, urunan antar warga sepertinya Rp 50 ribu untuk sewa truk yang mengangkut aspal,” ungkap Kepala Dusun Manyarejo, Sumarno.
Sumarno mengatakan bahwa proses perbaikan dilakukan secara gotong royong selama kurang lebih 1 bulan. Pengerjaan dilakukan pada malam hari saat warga sudah selesai dari aktivitas bekerja. Pemadatan aspal dilakukan dengan truk yang diisi para warga dan berjalan bolak-balik karena tak ada bulldozer.
Jalan tersebut sebenarnya sudah dilakukan pengajuan perbaikan sejak 2015, kemudian di 2020 desa mengusulkan perbaikan kepada Pemkab di program Ngopi Bareng Masbup se Kecamatan Banyakan. Seminggu kemudian telah dilakukan peninjauan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan hasilnya adalah jalan tersebut tidak termasuk ke dalam jalan daerah.
“Tidak di-ACC, karena ternyata bukan termasuk jalan daerah, sedangkan jika diperbaiki menggunakan Dana Desa itu tidak mencukupi karena jalannya terlalu panjang,” ungkap Sekretaris Desa Manyaran, Nurma Lutiana Zen.
Pihak Desa Manyaran berharap ada solusi dari permasalahan tersebut. Jalan itu memang belum pernah terjadi kecelakaan tapi cukup mengganggu pengendara yang melintas karena strukturnya bergelombang karena tak digarap secara profesional.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian