KEDIRI, JP Radar Kediri- Pemdes Semambung terus berupaya meningkatkan kesehatan warganya melalui beberapa program unggulan.
Di antaranya adalah Posyandu ILP, dan pemberian makanan tambahan (PMT) bagi anak yang mengalami stunting dan ibu hamil dengan kondisi rentan.
Posyandu ILP di Desa Semambung difokuskan dilakukan di satu tempat. Langkah penanggulangan stunting itu disesuaikan dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Kediri.
“Kebetulan di Desa Semambung angka stunting sangat kecil, tahun lalu bahkan pernah zero. Di tahun ini ada dua kasus,” ungkap Pj Kades Semambung Hadi Santoso.
Tak hanya rutin melakukan pengecekan kesehatan. Pemdes juga menganggarkan PMT desa untuk balita stunting dan ibu hamil.
PMT berupa susu formula juga diberikan satu bulan sekali untuk menunjang kenaikan berat dan tinggi badan.
Untuk balita, diberikan jatah satu bulan empat kotak susu. Ini diberikan berkala tiap satu minggu sekali.
Sedangkan bagi ibu hamil diberikan tiga kotak. Juga secara berkala. Hal tersebut dilakukan agar susu yang diberikan tepat sasaran.
“Kami data anak dan ibu hamil, menginginkan susu yang seperti apa, merk apa nanti oleh desa dibelikan. Diberikan berkala agar tepat sasaran,” jelas Hadi.
Pelaksanaan cek kesehatan dilakukan setiap tanggal 15 oleh pihak puskesmas. Dalam kegiatan tersebut balita diukur tinggi dan berat badannya. Data tersebut digunakan untuk mengetahui anak dalam kondisi stunting atau tidak.
PMT tak hanya diberikan pada ibu hamil dan balita stunting saja. Lansia juga mendapatkan program ini. Di posyandu, para lansia akan dicek kesehatannya.
Jika memiliki penyakit tertentu seperti darah tinggi atau yang lainnya, pemdes menyediakan obat yang dapat ditebus secara gratis.
“PMT dan obat diberikan secara gratis. PMT juga dimasak tanpa bahan kimia jadi sudah pasti sehat dan diharapkan dapat membantu mereka,” ucapnya.
Di Desa Semambung sendiri cek kesehatan bagi balita, ibu hamil, dan lansia yang terdata diwajibkan untuk hadir.
Jika tidak maka juga dilakukan penjemputan oleh kader posyandu. Jal tersebut dilakukan agar perkembangan kondisi kesehatan warga tetap dalam pantauan.
Editor : Andhika Attar Anindita