Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pemdes Plemahan Kediri Bangun Sumur Pompa Raksasa, Upaya Atasi Kekeringan Lahan Warga

Diana Yunita Sari • Sabtu, 11 Oktober 2025 | 19:53 WIB
Proyek pembangunan sumur pompa raksasa di Desa Plemahan (Diana Yunita Sari)
Proyek pembangunan sumur pompa raksasa di Desa Plemahan (Diana Yunita Sari)

KEDIRI, JP Radar Kediri- Desa Plemahan mayoritas penduduknya adalah petani. Tak ayal, isu kekeringan lahan selalu menjadi tantangan tiap tahunnya. Untuk mengatasi masalah tersebut, pemdes berupaya mengambil langkah taktis. 

Pembangunan sumur submersible dinilai menjadi solusi terbaik. Namun, agaknya pemdes tidak langsung puas dengan hal tersebut.

Sumur pompa yang diajukan tidak seperti submersible pada umumnya. Ukurannya lebih besar dan mampu menjangkau lebih banyak lahan. Karena sumur akan digali dengan kedalaman mencapai 130 meter menggunakan alat berat.

Menurut Kades Plemahan Sugeng, desanya memang langganan kesulitan pengairan. Sebelumnya warga memanfaatkan sumur submersible yang dibangun dengan dana desa.

“Lalu saya melakukan pengajuan pompa air yang lebih besar. Kebetulan sekarang kan sedang digiatkan program ketahanan pangan jadi langsung disetujui,” ungkap Sugeng.

Proyek sumur pompa ini sudah mulai digarap pada awal bulan Oktober. Sugeng mengatakan bahwa saat ini pengeboran telah mencapai kedalaman 100 meter. Setelah pengeboran selesa akan dibangun rumah sumur dengan ukuran 20 x 10 meter. 

Semua proyek ini dibangun di atas Tanah Kas Desa (TKD) yang sebelumnya dimanfaatkan untuk menanam jagung.

Karena proyek akan segera dimulai, pemdes telah melakukan panen lebih awal. Agar tidak mengganggu jalannya pembangunan.

“Sumur harus dalam agar tidak mengganggu jumlah kapasitas air warga sekitar. Sumur pompa nantinya akan mengairi hingga 25 hektare lahan,” jelasnya.

Sumur pompa ini akan menggunakan tenaga listrik sebagai penggeraknya. Untuk mengalirkan air ke lahan-lahan petani, pemdes memanfaatkan saluran irigasi yang sudah diberi pipa dan plengsengan.

Sehingga air tidak banyak terserap ke dalam tanah. Nanti pihaknya juga akan membuat kolam-kolam kecil berukuran 1,5 meter setiap 150 meter. Fungsinya sebagai penampungan air sementara.

Selama ini, mayoritas petani Desa Plemahan harus menyewa disel kecil untuk mengatasi kebutuhan air ketika musim kemarau tiba.

Sumur bor yang diperkirakan rampung pada November tersebut diharapkan dapat mengatasi permasalahan ini secara permanen. Sugeng menambahkan, rencana ke depan akan ada operator sendiri yang mengelola sumur. 

Baca Juga: Ini yang Membuat Pemkab Kediri Terbitkan Aturan Stop Plastik Sekali Pakai, Usia TPA Sekoto Ternyata Tinggal Segini

“Jika ada yang membutuhkan bisa bilang ke operator, nanti dilihat berapa meter habis listriknya. Kalau sudah tahu (biayanya), akan ditangani oleh Bumdes,” pungkas Sugeng.

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#kabupaten kediri #Plemahan kediri #Pemdes #pembangunan #Pengairan Sawah saat Kemarau #sumur pompa #plemahan #pengairan sawah #proyek pembangunan