Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pemdes Manyaran Kediri Gencarkan Sosialisasi Pengolahan Limbah Peternakan dan Pertanian

Diana Yunita Sari • Kamis, 2 Oktober 2025 | 06:09 WIB
Sosialisasi pengolahan limbah pertanian dan peternakan (Diana Yunita Sari)
Sosialisasi pengolahan limbah pertanian dan peternakan (Diana Yunita Sari)

KEDIRI, JP Radar KedirSebagian besar warga Desa Manyaran berkecimpung di bidang pertanian dan peternakan.

Hasil pertanian daerah tersebut adalah padi dan jagung. Sedangkan peternakan adalah sapi dan kambing.

Untuk itu, pemdes rutin memberikan sosialisasi kepada petani dan peternak dengan mengundang pemateri dari dinas terkait. 

Di bidang pertanian, pemdes didampingi oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) untuk melakukan sosialisasi terkait pengolahan limbah hasil panen.

Limbah seperti tebon/batang jagung, jerami, dan klobot/kulit jagung kemudian diolah menjadi pakan ternak kaya gizi.

“Sisa panen kaya tebon gitu kan sering terbuang ya, jadi diajarkan bagaimana mengolah jadi hal bermanfaat untuk ternak,” ucap Nurma Lutfiana Zen selaku Sekretaris Desa Manyaran.

Selain pemberian materi, warga juga melakukan praktik langsung di balai desa. Untuk membuat pakan ternak dari sisa panen, bahan pertama-tama dicincang halus.

Kemudian diberikan obat penambah gizi untuk ternak. Setelah tercampur, pakan kemudian dijemur dan dapat digunakan.

Hingga kini, mulai banyak peternak Desa Manyaran yang mulai mengembangkan pakan tersebut. Hal itu sebagai upaya cadangan pakan saat musim kemarau. Karena di musim itu rumput hijau sulit didapatkan.

Di bidang peternakan, pemdes juga melakukan sosialisasi mengolah kotoran ternak baik sapi atau kambing menjadi pupuk organik yang dapat dimanfaatkan untuk pertanian.

Tujuan utamanya adalah untuk menghemat penggunaan pupuk. Juga sebagai upaya Pemdes mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia.

“Sekarang kan para petani gak telaten untuk memakai pupuk alami. Karena memang kimia lebih cepat pertumbuhannya. Sedangkan yang alami memang lebih lambat namun hasilnya bagus dan sehat,” terangnya.

Proses pembuatan pupuk dilakukan dengan proses fermentasi kotoran ternak kaki empat. Kotoran disimpan di tempat teduh tidak terkena matahari langsung dan aman dari terpaan air hujan.

Setelah terfermentasi, pupuk kemudian digiling dan dijemur. Proses tersebut menghasilkan pupuk bokasi.

Editor : Andhika Attar Anindita
#sosialisasi #pakan ternak #pengolahan limbah #Pakan Ternak Berkualitas Tinggi #pupuk organik