KEDIRI, JP Radar Kediri- Pemdes Tirulor tengah menaruh perhatian besar terhadap potensi wisata religi yang mereka miliki.
Salah satunya adalah situs bersejarah yang dikenal dengan nama Punden Eyang Ageng Sumantri yang berlokasi di Dusun Bolorejo.
Eyang Ageng Sumantri sendiri dipercaya oleh warga desa sebagai sosok leluhur atau orang yang pertama kali babat alas Dusun Bolorejo.
Punden terletak di tengah sawah yang jauh dari pemukiman warga. Sebelum dilakukan pemugaran, lokasi tersebut sudah sering dikunjungi peziarah baik dari warga desa maupun luar desa.
Area punden seluas 1400 meter persegi yang juga berdiri di tanah kas desa (TKD). Pemugaran dilakukan dengan membangun pendopo atau joglo di tahun 2023.
Kemudian disusul oleh pagar bata setinggi satu meter dan gapura setinggi sekitar tiga meter di tahun 2024. Proses pembangunan pagar dan gapura tersebut memakan waktu 5 bulan.
“Sudah banyak peziarah sejak lama, dulu area itu kelihatan angker oleh karena itu dipugar oleh pemdes,” ungkap Sekretaris Desa Tirulor Turagung.
Di sekitar punden, telah berdiri warung milik warga desa dan juru kunci yang setiap hari berada di lokasi untuk memudahkan peziarah.
Agung mengatakan bahwa setiap hari pengunjung yang datang mencapai 5 orang. Paling ramai bisa mencapai 50 orang.
Setiap malam jumat peziarah sering menggelar salawatan di area tersebut. Selain itu juga menjadi tujuan selamatan warga desa yang memiliki hajat. Seperti melangsungkan pernikahan atau agenda bersih desa.
“Ramai dari dulu, tapi kalau sekarangkan bisa terdeteksi berapa yang datang karena ada buku tamu,” lanjutnya.
Peziarah yang datang bukan hanya dari warga desa setempat saja, melainkan juga dari daerah luar kota seperti jemberq. Pengunjung yang datang dari luar kota biasanya bermalam di pendopo untuk berdoa.
Di samping punden Eyang Sumantri, terdapat makam Eyang Fatah yaitu sosok yang dikenal sebagai pembantu Eyang Sumantri.
Agung mengatakan bahwa sosok Eyang Sumantri selain dikenal sebagai leluhur Dusun Bulurejo, juga dipercaya sebagai orang dari Majapahit.
“Belum ada penelitiannya, tapi dipercaya bahwa Eyang sumantri diberi tanah oleh majapahit, karena itu dusunnya namanya bolorejo atau orang kerajaan,” pungkasnya.
Editor : Andhika Attar Anindita