KEDIRI, JP Radar Kediri - Di bawah kepemimpinan Bupati Hanindhito Himawan Pramana, sektor pertanian mendapat perhatian secara khusus. Tak hanya memastikan petani mudah mendapatkan pupuk, dinas pertanian dan perkebunan (dispertabun) melakukan beberapa inovasi agar kesejahteraan petani bisa terkerek naik. Di antaranya, membangun ratusan sumur hingga memasifkan produksi pupuk organik.
Plt Kepala Dispertabun Kabupaten Kediri Sukadi mengatakan, hingga akhir September ini pihaknya sudah membangun 350 titik sumur submersible di beberapa daerah sentra padi di Kabupaten Kediri. Di antaranya di Kecamatan Papar, Purwoasri, Plemahan, dan beberapa daerah lainnya.
“Pembangunan sumur ini untuk meningkatkan IP (indeks pertanaman) padi petani. Dengan lancarnya air irigasi, petani yang semula hanya menanam sekali dalam setahun atau IP 100 bisa naik menjadi IP 200. Yang sudah menanam dua kali bisa jadi IP 300 atau tiga kali setahun,” kata Sukadi.
Dengan peningkatan IP, petani bisa menanam padi secara maksimal. Dengan cara itu, diharapkan kesejahteraan petani bisa naik signifikan. “Jadi tujuannya memang untuk kesejahteraan petani,” lanjut Sukadi sembari menyebut peningkatan IP juga mendorong swasembada pangan nasional.
Tidak hanya mendongkrak produksi, Sukadi menyebut pemkab juga berupaya untuk mengurangi biaya produksi petani. Salah satunya dengan memasifkan produksi pupuk organik. Baik pupuk padat maupun cair.
Dalam proses pembuatan pupuk, total ada 46 desa dari beberapa kecamatan yang dibina. Mereka bernaung di bawah Koperasi Palem Pare. Hingga akhir September ini, tim sedang membuat formulasi pupuk organik yang paling ideal dan terbaik.
“Berdasar hasil uji laboratorium untuk pupuk padat nilainya sudah 7 dari nilai minimal 4. Berarti secara kualitas sudah bagus,” terang Sukadi sembari menyebut pupuk organik nantinya akan dijual secara komersil.
Bahkan, tahun depan dispertabun akan mengerjasamakan penggunaan pupuk organik dengan dana ketahanan pangan dari alokasi dana desa (ADD) yang ada di 343 desa di Kabupaten Kediri. “Jadi nanti dana ketahanan pangan untuk beli pupuk organik dan dibagikan ke para petani di desa agar ketergantungan pupuk kimia bisa dikurangi. Petani juga bisa mendapat pupuk dengan harga murah,” jelasnya.
Untuk memastikan program bisa efektif dan tepat sasaran Sukadi menyebut pemkab akan melibatkan bintara pembina desa (babinsa), bhayangkara pembina keamanan dan ketertiban masyarakat (bhabinkamtibmas), hingga petugas penyuluh lapangan (PPL) untuk mengawasi pelaksanaannya. “Izin edarnya sedang diurus dan dibantu oleh Kementan,” tandas Sukadi sembari menyebut produksi pupuk akan terus dikembangkan ke seluruh wilayah Kediri hingga luar Kediri.
Penggunaan pupuk organik, menurut Sukadi tidak hanya mengurangi biaya produksi petani. Melainkan juga meningkatkan kesuburan tanah tanpa menggunakan pupuk kimia.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil