Padahal, anggaran yang harus digeser untuk pengadaan peralatan kantor dan penyekatan ruang satuan kerja (satker) terdampak kerusuhan mencapai miliaran rupiah. Membuat dana yang disiapkan untuk penanganan bencana tahun ini menjadi berkurang banyak.
Baca Juga: Lahan SR di Kota Kediri Sudah Klir, Tinggal Tunggu Kepastian Pusat! Ini jadwal Pengosongannya
Untuk diketahui, pasca-kerusuhan, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana langsung mengeluarkan surat keputusan (SK) tanggap darurat. Dari situ, Pemkab Kediri telah membeli peralatan kantor darurat untuk 18 satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang terdampak.
Nilainya sebesar Rp 690 juta. Alokasinya untuk membeli dua laptop, dua printer, dan satu scanner untuk masing-masing SKPD terdampak.
Baca Juga: Duh, Infeksi Saluran Pernapasan di Kabupaten Kediri Tembus 70 Ribu Kasus
Plt Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Kediri M Erfin Fatoni mengatakan, setelah SK tanggap darurat selesai pada 16 September 2025, Pemkab Kediri menindaklanjuti dengan menerbitkan SK pasca-tanggap darurat. ”SK pasca-tanggap darurat ini sebagai dasar kami untuk melakukan perubahan anggaran pertama yang diperuntukkan bagi 18 SKPD yang terdampak bencana sosial,” jelas Erfin.
Erfin melanjutkan, total pergeseran dari BTT kurang lebih sekitar Rp 5,4 miliar. Peruntukannya paling banyak untuk pembelian peralatan kantor. Selain itu juga untuk penyekatan gedung ruang kerja SKPD terdampak kerusuhan.
Baca Juga: Soal Pengganti Sekda Kota Kediri, Muncul Nama Ferry
“Untuk anggaran penyekatan gedung itu digeser ke perkim. Karena pada saat tanggap darurat kemarin memang fokus hanya pada pengadaan peralatan kantor yang dilakukan oleh BKAD yang didistribusikan kepada 18 satker terdampak. Untuk penyekatan gedung baru di pergeseran anggaran di pasca tanggap darurat,” jelas Erfin.
Dia mengatakan, dari adanya pergeseran itu, saat ini sisa BTT sedikitnya Rp 5 miliar. “Kurang lebih saat ini BTT masih di atas Rp 5 miliar,” jelasnya.
Baca Juga: Pemdes Nambaan Kediri Lakukan Pemugaran Punden dan Optimalisasi Pengairan Lahan
Apakah BTT itu masih cukup hingga akhir tahun nanti? Erfin mengatakan, sesuai dengan hasil koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri, estimasi kebutuhan untuk persiapan jika ada bencana sekitar Rp 3 miliar sampai Rp 4 miliar. “Kalau (kebutuhannya) sampai melebihi paling Rp 1 miliar sudah cukup,” jelasnya.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian