Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Lahan SR di Kota Kediri Sudah Klir, Tinggal Tunggu Kepastian Pusat! Ini jadwal Pengosongannya 

Ayu Ismawati • Senin, 29 September 2025 | 12:49 WIB

 

SIAP PAKAI: Tim dari Kementeraian PU melalui rekanan cek lokasi sekolah rakyat Kota Kediri.
SIAP PAKAI: Tim dari Kementeraian PU melalui rekanan cek lokasi sekolah rakyat Kota Kediri.
KEDIRI, JP Radar Kediri- Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui rekanan melaksanakan survei topografi di lahan calon dibangunnya sekolah rakyat di Kelurahan Lirboyo, Mojoroto, Jumat (26/9) lalu. Dalam survei topografi itu, Pemkot Kediri mendampingi pengecekan batas tanah.

Saat ini, tanah seluas 5,1 hektare yang diusulkan untuk SR masih berupa lahan produktif yang disewakan kepada masyarakat. Rencananya, mulai akhir Desember ini pemkot akan mulai mengosongkan lahan tersebut. 

Baca Juga: Belasan Jalan di Kota Kediri Diusulkan Naik Kelas, Utamakan Ruas di Exit Tol Bandara Dhoho

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinas Sosial Kota Kediri Widya Purna Nur Huda mengatakan, sejauh ini lahan tersebut sudah tiga kali disurvei oleh Pemerintah Pusat. Mulai dari Kementerian Sosial hingga Kementerian PU. Lahan seluas 5,1 hektare itu dinilai sudah klir sebagai lokasi pembangunan SR di Kota Kediri.

“Kami hanya menunggu kepastian dari Kementerian PU kapan dibangunnya,” ujar pria yang akrab disapa Huda itu.

Dengan lahan itu, Huda mengatakan pemkot mengusulkan tiga tingkatan sekolah rakyat. Yakni, sekolah dasar, SMP, dan SMA. Masing-masing dengan dua rombongan belajar (rombel) yang diajukan. 

Baca Juga: Soal Pengganti Sekda Kota Kediri, Muncul Nama Ferry

“Satu rombel itu kan ada 25 anak. Sedangkan kami untuk satu kelas mengajukan dua rombel. Jadi kalau terbangun semua, full dari SD, SMP, SMA, itu bisa menampung 600 anak dengan ketentuan untuk memberikan pendidikan gratis kepada warga miskin. Khususnya desil 1 dan 2,” urai Huda. 

Adapun dalam survei topografi itu, Huda mengatakan kendalanya hanya ada pada keberadaan patok batas tanah. Di beberapa titik, patok itu sulit terlihat. “Karena patoknya sudah lama, ada beberapa patok yang tidak terlihat. Tapi kalau ditelusuri dari beberapa patok itu, Insya Allah bisa diambil titiknya. Nanti disesuaikan dengan sertifikat yang sudah ada,” sambungnya sembari menyebut, seluruh lahan di sana sudah bersertifikat SHP. 

Baca Juga: Soal Eks-Pasar Gula, Pemkot Kediri Akan Panggil Pihak Dhoho Square

Sementara itu, Asisten Leader PT Data Tera Heksa Widi Raharjo selaku rekanan Kementerian PU dalam survei topografi itu mengatakan, pengecekan topografi itu merupakan bagian dari proses pengukuran dan survei perencanaan pembangunan sekolah rakyat di Kota Kediri. Bersama Pemkot Kediri yang terdiri dari dinas sosial, bagian aset, PUPR, dan kelurahan, pihaknya mengecek langsung kondisi di lapangan untuk memastikan kesiapan lahan.

“Untuk kondisi lapangan dan batas-batasnya kami cek. Sehingga kami bisa mengetahui secara persis posisi atau batas-batas terluar dari tanah yang rencana akan dibangun sekolah rakyat,” ungkapnya.

Baca Juga: Bursa Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri, Siapa Paling Diunggulkan?

Dalam survei topografi itu, Heksa mengatakan tidak ada kendala berarti dalam pengecekan batas tanah itu. Temuan di lapangan sesuai dengan gambar batas tanah yang ada dalam sertifikat.

“Dari penjelasan pemda, sudah sesuai dengan gambar acuan. Baik yang dikeluarkan Badan Pertanahan Nasional maupun data-data penunjang yang ada di pemda,” tandasnya. 

Untuk mendapatkan berita- berita terkini  Jawa Pos  Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : rekian
#Sekolah Rakyat #sr #lirboyo #kementerian pekerjaan umum #survey #kota kediri