Pemerintah Desa Nambaan telah merampungkan beberapa proyek fisik di tahun 2025 ini. Salah satunya adalah pemugaran Punden Mbah Carang atau Seco Arang. Situs ini dipercaya warga sebagai makam seorang leluhur pembabat Dusun Kranggan.
Punden tersebut pada awalnya hanya berupa makam di bawah pohon beringin. Tempat ini sering dikunjungi warga desa untuk kegiatan tradisi.
“Makam leluhur sudah ada sejak lama, dulu hanya diberi pagar saja. Akhirnya oleh Pemdes dipugar,” ucap Sekretaris Desa Nambaan Riva Mahadny.
Pemugaran punden sudah dilakukan sejak April 2024. Area seluas 373 meter persegi tersebut dipagar tembok keliling.
Pembangunan atap atau pendapa di bagian pundennya. Serta pemavingan jalan menuju punden.
Di bulan Agustus 2025, Pemdes melakukan penambahan lahan parkir di depan punden. Tujuannya untuk memudahkan para pengunjung. Saat ini, pembangunan sedang dalam tahap pemasangan paving.
Menurut Riva, pemugaran punden bertujuan untuk membuat suasana sekitar punden lebih hidup. Serta memberikan kenyamanan bagi warga yang datang berziarah. Pada malam tertentu, jumlah pengunjung berkisar antara 30-40 orang.
“Biasanya di malam Jumat Legi dan Selasa Kliwon, warga banyak berkumpul di sana, ya untuk menghormati leluhur,” terangnya.
Pengelolaan kebersihan dilakukan berdasarkan inisiatif warga yang berkunjung. Biasanya, mereka melakukan kerja bakti untuk membersihkan area dari debu serta memangkas ranting pohon yang mengganggu.
Selain pemugaran punden, Pemdes Nambaan juga melakukan optimalisasi pengairan sebagai program antisipasi musim kemarau.
Upaya yang dilakukan adalah pemasangan pipa sepanjang 617 meter untuk mengairi sawah warga.
“Dulu hanya parit biasa, tapi ternyata airnya sudah menyerap ke tanah sebelum sampai sawah. Maka dari itu sekarang dibuatkan pipa,” terangnya.
Sumber pengairan memanfaatkan Sungai Kalasan yang melintas di desa. Pipa tersebut menjangkau sekitar 98 petak sawah milik warga.
Editor : Andhika Attar Anindita