Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Aksara Kuadrat Akan Hiasi Jembatan Brawijaya Kediri, Gelontor Rp 3,8 Miliar untuk Perbaikan Pilar

Ayu Ismawati • Kamis, 25 September 2025 | 18:32 WIB

 

TARGET SELESAI DESEMBER: Sejumlah pekerja mulai membongkar rangka pilar Jembatan Brawijaya yang terbakar 10 Juli 2024 lalu. Nantinya pilar jembatan akan dihiasi aksara kuadrat yang me
TARGET SELESAI DESEMBER: Sejumlah pekerja mulai membongkar rangka pilar Jembatan Brawijaya yang terbakar 10 Juli 2024 lalu. Nantinya pilar jembatan akan dihiasi aksara kuadrat yang me

KEDIRI, JP Radar Kediri- Pilar Jembatan Brawijaya yang terbakar pada 10 Juli 2024 lalu akhirnya diperbaiki.

Pemkot menganggarkan dana Rp 3,8 miliar untuk memperbaiki salah satu ikon Kota Kediri itu.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Kota Kediri Yono Heryadi mengatakan, rehabilitasi pilar itu juga sekaligus untuk penyegaran desain Jembatan Brawijaya. Sehingga, bisa menambah kesan ikonik pada jembatan yang diresmikan pada 2019 lalu.

“Dalam rehabilitasi ini kami membuat konsep agar jembatan ini menjadi ikon kebanggaan Kota Kediri melalui arsitektur modern yang masih mencerminkan syiar-syiar kearifan lokal,” kata Yono.

Pemkot, lanjut Yono, mengusung konsep ‘kejayaan’ yang ditandai dengan dominasi nuansa keemasan pada desain visual jembatan.

Selain itu, pihaknya memadukan ornamen aksara kuadrat. Yakni, aksara Jawa Kuno yang berasal dari Kerajaan Kediri.

Kalimat-kalimat pemersatu bangsa seperti ‘Bhineka Tunggal Ika’ hingga semboyan Kota Kediri ‘Djojo ing Bojo’ akan terukir di pilar-pilar jembatan dalam bentuk aksara kuadrat.

Aksara Kuadrat dipilih karena menjadi salah satu identitas budaya dari Kerajaan Kediri. Aksara itu banyak ditemui di peninggalan-peninggalan sejarah yang ada di Kediri.

Gaya penulisan aksara Jawa Kuno itu identik dengan huruf-huruf berbentuk kotak atau persegi dan dipahat lebih tebal dibanding aksara Jawa pada umumnya. Sayangnya, selama ini aksara kuadrat belum banyak dikenalkan kepada masyarakat.

“Kami juga sempat diskusi dengan teman-teman arkeolog, dan aksara kuadrat memang lebih tua. Identitas Kediri yang asli kan ya itu. Di beberapa situs seperti Goa Selomangleng dan Prasasti Lucem juga. Dan itu belum pernah diangkat,” tandas Yono terkait kajian yang dilakukan pihaknya bersama arkeolog.

Penggunaan aksara kuadrat itu selain menonjolkan kearifan lokal, juga untuk menambah kesan estetika pada jembatan.

Sebab, nantinya setiap huruf akan menyala di malam hari. Itu sekaligus menyempurnakan konsep baru tata cahaya yang akan dihadirkan di Jembatan Brawijaya.

“Jadi di samping pilar jembatannya, juga kami tambahkan elemen arsitektur berupa lighting atau pencahayaan. Dan itu baru bisa dinikmati malam hari,” beber pria yang secara definitif menjabat Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Kota Kediri itu.

Untuk diketahui dalam desain visual yang diunggah akun Instagram Pemkot Kediri, juga ditampilkan ornamen fountain atau air terjun dari jembatan ke arah Sungai Brantas.

Dikonfirmasi terkait desain itu, Yono mengatakan fountain itu hanya konsep visualisasi yang belum akan dilaksanakan tahun ini.

“Kami masih survei terkait teknologi yang tepat apa. Cuma ke depannya memang inginnya seperti itu,” tandas Yono sembari menyebut rehabilitasi jembatan ditargetkan rampung pada pertengahan Desember 2025 mendatang.

Untuk diketahui, satu pilar di sisi barat Jembatan Brawijaya terbakar hebat pada 10 Juni 2024 lalu.

Si jago merah pun melalap habis menara di bagian utara itu dalam waktu kurang dari 10 menit.

Akibatnya, seluruh panel yang terbuat dari material aluminium composite panel (ACP) itu terbakar habis. Hingga hanya menyisakan kerangka pilarnya saja.

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#kediri #jembatan brawijaya #aksara #pilar #kuadrat