Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Mas Dhito Ingatkan Masyarakat agat Tidak Menyalahgunakan Bansos, Tindaklanjuti Pencoretan Penerima PKH dan BPNT dari Kemensos

Shinta Nurma Ababil • Kamis, 25 September 2025 | 03:10 WIB
HARUS TEPAT SASARAN: Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan komitmennya untuk menyalurkan bantuan sosial agar beban masyarakat bisa lebih ringan. Dia meminta masyara
HARUS TEPAT SASARAN: Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan komitmennya untuk menyalurkan bantuan sosial agar beban masyarakat bisa lebih ringan. Dia meminta masyara

KEDIRI, JP Radar Kediri-Pemkab Kediri di bawah kepemimpinan Bupati Hanindhito Himawan Pramana terus berupaya agar berbagai jenis bantuan, termasuk bantuan dari Pemerintah Pusat melalui pemerintah daerah, bisa tepat sasaran dan manfaatnya bisa dirasakan optimal oleh masyarakat.

Termasuk penyaluran bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

September ini, dua bantuan untuk triwulan ketiga dicairkan. Berdasar update data, ada sejumlah penerima yang dicoret oleh Kementerian Sosial. Salah satunya, karena mereka terindikasi terlibat dalam perjudian online (judol).

Kondisi tersebut sangat disayangkan oleh Bupati Hanindhito Himawan Pramana.

"Tentunya ini yang sangat disayangkan (jika sampai bansos disalahgunakan untuk judol)," sesal pria yang akrab disapa Mas Dhito itu pada Selasa (23/9) lalu.

Lebih jauh Mas Dhito mengatakan, di Kabupaten Kediri total ada 222 penerima bansos PKH dan BPNT yang dicoret dari daftar oleh Kementerian Sosial. Penyebabnya beragam.

Mulai mengundurkan diri, tidak lagi masuk dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), hingga terdaftar sebagai ASN/TNI/Polri.

Meski demikian, dari ratusan nama yang dicoret itu, mayoritas sebabnya karena terindikasi terlibat permainan judol. Jumlahnya mencapai 118 orang. Hal itulah yang disayangkan Mas Dhito.

"Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kediri untuk menghindari judi online. Apalagi jika sampai menggunakan dana bansos," pintanya.

Mas Dhito menuturkan, penyaluran bansos ditujukan untuk membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan dalam pemenuhan kebutuhan dasar.

Dalam jangka panjang, program tersebut diharapkan dapat menjadi pijakan bagi penerima untuk bangkit menuju kemandirian ekonomi.

Melihat kasus penerima yang dicoret dari daftar penerima bansos, menurut Mas Dhito Pemerintah Kabupaten Kediri siap membantu bagi mereka yang memiliki niatan untuk menghilangkan kecanduan judol.

"Bagi masyarakat yang kecanduan judi online kalau memang butuh bantuan pemerintah, kita siapkan psikolog atau psikiater untuk menghilangkan kecanduan judi," urainya.

Untuk diketahui, penyaluran bansos pada triwulan ketiga tahun 2025 ini disalurkan sekaligus pada bulan September.

Di Kabupaten Kediri untuk bansos PKH telah disalurkan kepada 48.793 penerima manfaat dan BPNT sebanyak 100.517 penerima.

Penyaluran bansos akan dilanjutkan karena terdapat penerima tambahan. Berdasarkan data yang diterima Dinas Sosial Kabupaten Kediri penerima sedikitnya ada 7.098 khusus program sembako/BPNT dan ada sekitar 12.000 penerima kembali untuk program PKH maupun BPNT.

"Untuk tambahan ini mudah-mudahan di akhir September atau awal Oktober sudah bisa disalurkan," sambung Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kediri Ariyanto.

Selain pencairan triwulan ketiga ini, menurut Ariyanto pihaknya akan kembali mencairkan bansos di triwulan keempat.

Karenanya, dia mengimbau penerima bantuan tidak memberikan ATM kepada orang lain. Tujuannya menghindari penyalahgunaan. Termasuk data kependudukan baik itu KTP dan KK.

“Semua bantuan disalurkan tidak dalam bentuk barang melainkan dalam bentuk uang dan di kirim ke rekening masing-masing penerima. Termasuk untuk bantuan program sembako atau BPNT.” jelas Ariyanto.

Editor : Shinta Nurma Ababil
#kediri #Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana #bansos pkh bpnt #bupati kediri #bansos