KEDIRI, JP Radar Kediri- Pembangunan akses jalan menuju Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di Kota Tahu terus dikebut.
Rencananya, pemkot akan menghadirkan taman di median jalan. Itu dilakukan untuk memaksimalkan fungsi kawasan yang berada di Kelurahan Campurejo, Mojoroto itu.
“Saat ini sedang pengerjaan taman median jalan,” ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kediri Yono Heryadi melalui Kepala Bidang Bina Marga I Made Dwi Permana.
Made Dwi Permana mengatakan, progres pembangunan jalan itu saat ini sudah mencapai 22 persen.
Setelah pembangunan taman dan median jalan, pihaknya akan mulai memproses pengerasan jalan.
Rencananya, akan dilakukan perkerasan jalan dengan paving untuk jalan sepanjang 250 meter itu.
“Pembangunan jalan ini tetap kami targetkan selesai di akhir Desember,” tegas Made terkait pembangunan jalan selebar 21 meter tersebut.
Untuk diketahui, IPLT yang berlokasi di Kelurahan Campurejo, Kecamatan Mojoroto itu sudah selesai dibangun akhir 2024 lalu.
Namun, operasional IPLT masih menunggu pembangunan akses dan lanskap sekitar fasilitas tersebut.
Selain membangun jalan sepanjang 250 meter, Dinas PUPR Kota Kediri juga akan membangun lanskap di sekitar IPLT berupa taman.
Pembangunan lanskap di area lahan eks tanah kas desa itu salah satunya juga untuk memperindah kawasan IPLT. Sebab tidak sedikit masyarakat yang terpengaruh stigma terkait fasilitas tersebut.
Dalam membangun jalan dan lanskap menuju IPLT itu, Pemkot Kediri menggelontorkan anggaran senilai Rp 2,4 miliar yang berasal dari APBD Kota Kediri.
Adapun instalasi pengolahan lumpur tinja yang sudah terbangun itu diproyeksikan memiliki daya tampung hingga 15 meter kubik per harinya.
Fasilitas itu dibangun dengan tujuan menciptakan sanitasi aman. Yakni, terolahnya lumpur tinja demi memenuhi baku mutu air limbah domestik.
IPLT itu diproyeksikan bisa melayani 50 ribu rumah tangga. Atau, setara kurang lebih 150 ribu jiwa.
Editor : Andhika Attar Anindita