Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pemkab Kediri Gelontorkan Anggaran Ratusan Juta Rupiah untuk Proyek Normalisasi Sungai

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Selasa, 23 September 2025 | 04:58 WIB
Salah satu sungai di Kediri.
Salah satu sungai di Kediri.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Jelang musim penghujan, Pemkab Kediri menggalakkan normalisasi beberapa sungai besar.

Hal itu dilakukan untuk mengurangi potensi banjir. Total, pemkab menggelontorkan anggaran ratusan juta rupiah untuk proyek ini.

Dari data yang dihimpun, anggaran yang disiapkan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kediri mencapai Rp 490 juta.

Proyek normalisasi ini telah dimulai sejak Juni lalu. Normalisasi menyasar sungai wilayah Kecamatan Ngasem, Ngancar, Pare, Kunjang, Banyakan, Plemahan, dan Papar.

“Ini juga sedang running di Sumber Bagendo, Desa Karangrejo, Kecamatan Ngasem,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Operasional dan Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kabupaten Kediri Andri Eko Prasetyo melalui Staf Bidang Operasional dan SDA Endra Purnama.

Berikutnya dalam waktu dekat juga akan dilakukan normalisasi di Dam Dau, Desa Jatirejo, Kecamatan Banyakan.

Lalu, di Desa Gambyok, Kecamatan Grogol dan Hulu Dam Recosolo, Desa Puhjarak, Kecamatan Pelemahan.

“Mengembalikan fungsi dari sungai atau saluran agar optimal, dalam kondisi darurat untuk penanggulangan serta antisipasi dampak bencana banjir,” jelasnya.

Dengan dilakukan normalisasi, harapannya sungai tidak meluap maupun terjadi tanggul jebol. “Kalau target kedepan prioritas untuk persiapan menghadapi musim hujan dan beberapa hal yang dianggap perlu dan mendesak,” tutur Endra.

Untuk diketahui, sebelumnya Pemkab Kediri juga melakukan bersih-bersih sungai dalam rangka World Clean Day Indonesia (WCDI) pada Sabtu lalu.

Titik utama pembersihan dilakukan di Sungai Bendo Mongal, Desa Jatirejo dan Sungai Bendo Krosok, Desa Maron yang merupakan sungai rawan meluap.

Selain itu, secara serentak, setiap desa juga melakukan bersih-bersih lingkungan dan sungai masing-masing.

“Pemkab menerbitkan surat edaran (SE) bupati yang ditandatangani untuk menindaklanjuti WCDI. Setiap desa diminta untuk melakukan bersih-bersih di lingkungan masing-masing,” jelas Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kediri Putut Agung Subekti.

Dia mengatakan bahwa kegiatan itu melibatkan ribuan elemen mulai dari OPD, komunitas, hingga anak sekolah dan seluruh warga.

Putut mengatakan bahwa aksi ini berjalan serentak sesuai instruksi Kementerian Lingkungan Hidup. “Ini serentak se-Dunia, se-Indonesia, se-Jawa Timur, dan Kabupaten Kediri. Semua desa juga melaksanakan kegiatan bersih-bersih pagi ini,” ungkapnya.

Selain kerja bakti, DLH juga menurunkan tim untuk sosialisasi langsung ke warga sekitar sungai. Sosialisasi dilakukan dari rumah ke rumah oleh tim DLH agar masyarakat lebih paham pentingnya memilah dan mengurangi sampah.

“Aksi ini bukan hanya evakuasi sampah, tapi juga edukasi supaya masyarakat tidak lagi membuang sampah domestik sembarangan. Utamanya ke sungai,” jelas Putut.

Editor : Andhika Attar Anindita
#banjir #anggaran #Normalisasi #sungai #proyek