KEDIRI, JP Radar Kediri– Penderita obesitas di Kabupaten Kediri dari tahun ke tahun terus meningkat. Mayoritas kasus dialami perempuan, khususnya di atas 18 tahun.
Kondisi itu membuat anggota dewan mendorong Pemkab Kediri lebih aktif memberikan aksi nyata. Tdak sekadar melakukan tracing dan sosialisasi saja.
Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Kediri Sulistyo Budi menyayangkan jumlah penderita obesitas terus bertambah tiap tahunnya.
Dia menilai perlu ada upaya serius dan terukur dari Dinas Kesehatan (Dinkes). “Harus ada langkah-langkah konkret dari dinkes untuk menekan angka tersebut,” tegasnya.
Menurut Budi, penanganan obesitas perlu dilakukan secara komprehensif. Di antaranya dengan melakukan sosialisasi masif terkait pola hidup sehat.
Tracking lewat program pemeriksaan gratis pemerintah dengan menggandeng Puskesmas. Serta menindaklanjuti hasil tracking itu dengan program pencegahan maupun penanganan yang lebih terukur.
Dia menambahkan, langkah pencegahan harus lebih digencarkan. Sosialisasi bisa dilakukan lewat kader kesehatan desa dan memanfaatkan forum-forum yang ada di masyarakat.
Sementara untuk tracking, pendataan sejak dini bisa dimulai dari keluarga, melibatkan posyandu dan Puskesmas.
“Dari hasil tracking itu. Kemudian ditindaklanjuti dengan penanganan sesuai klaster, baik orang tua maupun anak-anak,” jelasnya.
Pihaknya berharap dinkes bisa menyusun program yang tepat agar kasus obesitas tidak semakin melonjak.
Pasalnya, obesitas bukan hanya berdampak pada penampilan fisik. Tetapi juga menjadi pemicu berbagai penyakit serius.
Dengan upaya pencegahan yang sistematis, diharapkan masyarakat lebih sadar menjaga pola hidup sehat.
Seperti diberitakan, jumlah kasus obesitas di Kabupaten Kediri terus meningkat dalam tiga tahun terakhir.
Data Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat, pada 2023 ada 24.003 kasus, lalu naik menjadi 32.922 kasus di 2024. Belum genap setahun, di 2025 kasus sudah mencapai 36.912.
Editor : Andhika Attar Anindita