JP Radar Kediri - Kocok ulang pejabat di Pemkot Kediri agaknya akan dilaksanakan akhir September atau awal Oktober nanti. Sinyal mutasi besar-besaran itu menguat setelah kemarin (17/9), puluhan pejabat eselon 2 di Pemkot Kediri mengikuti asesmen di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jatim.
Teknis asesmen kemarin berbeda dengan uji kompetensi yang digelar di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Kediri pada 13 April lalu. Jika sebelumnya para pejabat mengerjakan soal secara tertulis, kemarin mereka harus wawancara dengan lima orang panitia seleksi (pansel).
Wawancara tiap orang membutuhkan waktu sekitar 15-20 menit. Karenanya, meski peserta asesmen hanya 27 orang, hingga pukul 15.00 kemarin masih belum selesai. Kepala BKPSDM Kota Kediri Un Achmad Nurdin yang dikonfirmasi tentang asesmen kemarin membenarkannya. “Semua eselon 2 ikut,” kata Un.
Ditanya tentang uji kompetensi yang sudah diikuti pejabat eselon 2 dan 3 pada April lalu, menurut Un asesmen kemarin memang berbeda. “Ini (asesmen) sebagai persyaratan untuk tahapan melakukan rotasi dan mutasi di eselon II. Jadi tahapannya harus mengikuti ukom (uji kompetensi, Red) dulu,” terang Un.
Asesmen yang merupakan rangkaian dari uji kompetensi, menurut Un dilakukan untuk mengetahui kompetensi dan potensi dari pejabat eselon II. Sekaligus menggali kemampuan para pejabat pimpinan tinggi pratama (JPTP).
Hasil dari uji kompetensi bisa jadi pertimbangan dalam melaksanakan rotasi jabatan. “Kalau sesuai aturannya BKN (Badan Kepegawaian Negara) dan Menpan (KemenpanRB), tahapannya memang ada ukom, yang ada panselnya. Panselnya juga ada persyaratannya,” papar Un sembari menyebut harus terdiri dari tiga akademisi dan dua birokrat.
Dalam asesmen kemarin, Kepala BKD Provinsi Jatim Indah Wahyuni ikut menjadi anggota pansel. Ada pula dari Inspektorat Provinsi Jatim, serta tiga akademisi dari beberapa universitas.
“Hasilnya (asesmen) nanti diserahkan kepada Mbak Wali (Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati) selaku pejabat pembina kepegawaian dan nanti dijadikan dasar untuk melakukan rotasi,” tandasnya sembari menyebut asesmen kemarin juga mendapat rekomendasi dari BKN.
Seperti diberitakan, pada 13 April lalu total ada 148 pejabat eselon 2 dan eselon 3 yang mengikuti uji kompetensi di BKPSDM Kota Kediri. Mereka mengikuti serangkaian tes. Mulai tes kejiwaan hingga psikotes dengan mengerjakan sejumlah soal.
Salah satu sumber koran ini mengatakan, mereka mendapat beberapa pertanyaan dari pansel. Di antaranya terkait kepemimpinan mereka di OPD. Termasuk menanyakan program-program yang digagas di OPD. “Cenderung menjabarkan program-programnya,” ungkap salah satu peserta yang enggan namanya dikorankan.
Selebihnya, pansel juga menggali kemampuan manajerial pejabat. Termasuk menggali tentang solusi yang ditempuh pejabat saat menghadapi masalah dalam merumuskan program-program.
“Ditanya juga tentang program di OPD yang mendukung visi-misi Mbak Wali,” tandasnya sembari menyebut pertanyaan pansel mengarah ke teknis pelaksanaan program.
Untuk diketahui, kabar tentang rencana mutasi berembus sejak akhir Agustus lalu. Nama-nama pejabat yang akan dirotasi juga beredar meski belum bisa dipastikan kebenarannya. Dengan pelaksanaan asesmen tersebut, mutasi di Pemkot Kediri bisa digelar dalam waktu dekat.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira