Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Organisasi Mahasiswa Bantah Terlibat dalam Aksi Kerusuhan di Polres dan DPRD Kota Kediri

Ayu Ismawati • Senin, 8 September 2025 | 01:03 WIB
Ilustrasi kerusuhan di Mako Polres Kediri Kota.
Ilustrasi kerusuhan di Mako Polres Kediri Kota.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Sejumlah organisasi mahasiswa membantah ikut terlibat aksi kerusuhan di Mako Polres dan DPRD Kota Kediri.

Salah satunya dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Ketua PMII Kediri Raya Irgi Ahmad Fahrezi mengatakan anggotanya tidak terlibat dalam aksi itu. “Untuk PMII Kediri tidak ikut bergabung pada aksi yang kemarin itu,” ujar Fahrezi.

Hal serupa disampaikan Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kediri Raya Sofian Fakhrudin.

Menurutnya, saat kerusuhan terjadi, mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus masih fokus tracking anggota agar tak terlibat aksi anarkisme.

“Bagi kami aksi kemarin berjalan di luar tujuan utama. Sebenarnya kan tuntutannya untuk (kritik) anggota DPR utamanya, dan anarkisme yang dilakukan polisi,” ungkap Sofian.

Dengan banyaknya pembakaran dan penjarahan, pihaknya menyayangkan hal tersebut. Apalagi menurutnya, banyak pelajar yang terlibat di dalamnya.

“Dari teman-teman juga banyak yang nggak tahu massa aksi dari mana (asal massa demonstran, Red),” tandasnya.

Sementara itu, Ketua HMI Cabang Kediri Chanifan mengatakan, anggotanya mengikuti aksi solidaritas yang berlangsung sore itu.

Hanya saja, waktu kerusuhan pecah di Mako Polres Kediri Kota, anggotanya tetap berada di Taman Sekartaji untuk menyampaikan orasi.

“Pada saat kerusuhan terjadi di Polres, HMI hanya di Taman Sekartaji untuk orasi-orasi saja. Tidak terlibat kerusuhan sedikitpun. Sebab kami datangnya terlambat sekitar pukul 16.00 WIB,” ungkap Chanifan sembari menyebut, para mahasiswa anggotanya sudah ditarik mundur sejak pukul 18.00 WIB.

Sebelumnya, Saiful Amin, koordinator konsolidasi aksi sempat diwawancarai beberapa hari sebelum dia ditangkap polisi karena dugaan penghasutan. Dia mengatakan, hari itu sedianya hanya digelar aksi solidaritas di Mako Polres Kediri Kota.

“Lalu ketika 17.30 setelah kantor polisi diserang oleh teman-teman, kami sepakat dan sudah saya umumkan melalui mobil komando bahwa hari ini kita cukupkan, kita sudahi pukul 18.00 itu. Semua juga sudah sepakat, mahasiswa sudah pulang semua,” ucapnya pada Minggu (31/8).

Namun, saat itu justru mulai terjadi perbedaan arah dari para demonstran. Banyak pihak-pihak yang bergerak sendiri dan merangsek ke tempat-tempat tertentu. Di antaranya gedung DPRD Kota Kediri dan sejumlah kantor polisi.

“Itu (pembakaran dan penjarahan, Red) di luar skenario. Dan kayaknya ada yang buat skenario sendiri sejak awal,” tandasnya kala itu.

         

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#dprd kota kediri #mahasiswa #kediri #polres #kerusuhan