Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Mbak Wali Ajak Mahasiswa Jadi Pemimpin Masa Depan, Beri Motivasi di Bina Inspirasi Mahasiswa Universitas Strada Indonesia

Sri Utami • Rabu, 3 September 2025 | 21:49 WIB
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati berdialog dengan mahasiswa saat menjadi keynote speaker di Universitas Strada Indonesia (2/9).
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati berdialog dengan mahasiswa saat menjadi keynote speaker di Universitas Strada Indonesia (2/9).

JP Radar Kediri-Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mendorong lebih banyak perempuan untuk berani maju dan menjadi pemimpin. Hal tersebut diungkapkan oleh orang nomor satu di Pemkot Kediri itu saat menjadi keynote speaker dalam acara Bina Inspirasi Mahasiwa Universitas Strada Indonesia (BIMA USI) 2025, pada Selasa (2/9) lalu.

          Di harapan ratusan mahasiswa, perempuan yang akrab disapa Mbak Wali itu juga berbagi pengalaman serta memberi motivasi tentang gaya kepemimpinan wanita di era modern. Jika dulu perempuan identik dengan pekerjaan di dapur, kini perempuan leluasa masuk ke berbagai. Termasuk untuk menjadi pemimpin.

          Diakuinya, dengan menjadi pemimpin, perempuan banyak menghadapi tantangan. Baik sosial, budaya, stereotip gender, dan lainnya. "Alhamdulillah di beberapa dekade terakhir perempuan berhasil menunjukkan kemajuan dan kemampuannya. Sehingga perempuan turut serta menjadi pemimpin," ungkapnya.

          Dalam acara yang berlangsung di auditorium USI itu, Mbak Wali menegaskan komitmennya untuk membangun ekosistem yang adil bagi semua pihak. Sehingga, perempuan dan laki-laki sama-sama memiliki kesempatan di segala aspek untuk mengembangkan potensinya. Termasuk sebagai pemimpin.

Lebih jauh Mbak wali menyebut, perempuan cenderung memiliki gaya kepemimpinan yang adaptif, empati, dan kolaboratif. Gaya kepemimpinan itu diakuinya sangat dibutuhkan.

Sebab, kepemimpinan bukan hanya tentang instruksi satu arah, tapi harus mampu berempati. Selebihnya, kepemimpinan kolaboratif yang hexahelix juga harus dilakukan. Model kolaborasi ini melibatkan enam pemangku kepentingan untuk mencapai tujuan bersama. Yakni, Akademisi, Bisnis, Komunitas, Pemerintah, Hukum dan Regulasi, serta Media.

"Saya yakin dengan adanya kolaborasi ini akan lebih cepat menyelesaikan tantangan yang ada. Di masyarakat ini banyak tantangan yang harus diselesaikan tentu bukan hanya pemerintah saja tetapi harus kolaborasi," paparnya berpesan agar mahasiswa terus belajar, berinovasi, dan mengembangkan jiwa kepemimpinan lewat organisasi dan pemberdayaan masyarakat.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#pemkot kediri #wali kota kediri vinanda prameswati