Beberapa pemerhati sejarah pun menilai sosok Bismo layak mendapat predikat pahlawan nasional. Seperti diutarakan Pemerhati Sejarah Kediri, Achmad Zainal Fachris. Sosok Mayor Bismo dulunya termasuk salah satu tentara Pembela Tanah Air (PETA). Yakni sebuah satuan paramiliter yang dibentuk Jepang di Indonesia untuk mempertahankan wilayah melawan Sekutu.
Setelah tentara PETA dibubarkan, Bismo menjadi salah satu tokoh tentara eks PETA yang bergabung dengan Badan Keamanan Rakyat (BKR). Yakni, pasukan militer yang menjadi cikal bakal Tentara Nasional Indonesia (TNI).
“Saat itu Daidancho dari Blitar yang namanya Soerachmad mengumpulkan kembali tentara PETA yang dulu pernah menjadi anak buahnya untuk dibuat kesatuan BKR. Salah satunya adalah Mayor Bismo,” ujarnya.
Baca Juga: Wah! Ratusan Miliar Dana Pusat Masih Ngendon Kas Daerah
Seiring berjalannya waktu, dibentuklah Divisi I Brawijaya yang terdiri dari tiga brigade se Jawa Timur. Salah satu brigade terbesar adalah Brigade S yang memiliki beberapa batalyon. Termasuk Batalyon Sandi Yudha yang merupakan pasukan khusus.
“Itu yang dipimpin Mayor Bismo. Termasuk pada 1948, meletus peristiwa Madiun, sebetulnya tentara Jawa Timur itu lebih berani karena kebanyakan diisi eks-PETA. Termasuk Bismo,” urai guru sejarah dari MAN 2 Kota Kediri itu.
Hingga akhir hayatnya, Bismo dikenal terus berjuang merebut kemerdekaan Indonesia. Tak hanya di Kota Kediri, melainkan juga di beberapa daerah di Jawa Timur untuk mempertahankan kemerdekaan. Perjuangannya itu juga tak lepas dari dedikasinya sebagai tentara Divisi I Brawijaya pada saat itu.
“Sampai dia berangkat ke Madiun atas panggilan tugas dan selanjutnya dia menjadi target dibunuh oleh massa PKI Madiun sampai ditemukan mayatnya di Dungus, Madiun pada peristiwa Kresek Madiun,” terang pria yang akrab disapa Fachris itu.
Baca Juga: 5 Lahan Sekolah Mangkrak di Kediri Disulap Jadi Dapur MBG, Ini Titik Lokasinya
Karena jasanya itu, Mayor Bismo dikenang melalui patungnya di ruang terbuka hijau (RTH) Alun-Alun Kota Kediri. Selain itu, namanya juga didedikasikan sebagai nama jalan ruas jalan di Kota Kediri.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.