Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Tak Ada Karnaval Agustusan di Desa Karangrejo Kediri, Ini Cara Warga Merayakan HUT RI

Zeyra Putri Widhianingtyas • Rabu, 27 Agustus 2025 | 08:10 WIB

KREATIF: Warga menanam tanaman obat keluarga (toga)  di pekarangan kosong yang tandus.
KREATIF: Warga menanam tanaman obat keluarga (toga) di pekarangan kosong yang tandus.
KEDIRI, JP Radar Kediri– Warga Desa Karangrejo, Kecamatan Ngasem merayakan hari kemerdekaan dengan cara berbeda. Di sana, tidak ada lomba balap karung atau tarik tambang. Momentum Agustusan ini mereka meriahkan dengan mendirikan taman toga dan sayuran yang bermanfaat bagi masyarakat. 

Taman yang dipakai untuk keperluan bersama itu merupakan lahan kosong. Mereka menyulap lahan yang awalnya tandus menjadi lebih asri. Tanpa mengurangi kemeriahaan HUT RI, di sekitar tanaman itu dibuat dekorasi merah putih. Sehingga menambah estetika taman mini tersebut. 

Baca Juga: Respons Cepat, Mbak Wali Minta Jajaran Tangani ODGJ di Kota Kediri

Ketua RT lingkungan tersebut, Wahyudi mengatakan, ini merupakan inovasi dari warga. “Daripada menggelar karnaval atau lomba, kami pilih merayakan HUT RI dengan hal yang lebih bermanfaat,” ungkapnya kepada wartawan Radar Kediri, Senin, (25/5). 

Pria tiga anak tersebut menjelaskan tujuan dari program taman toga di lingkungannya untuk membantu ketahanan pangan warga. Setidaknya bisa dilakukan dalam skala kecil. Warga setempat bebas untuk mengambil hasil panen yang ada di taman toga. 

Baca Juga: Manfaatkan Lahan Kosong Warga Kwadungan Kediri Ingin Merdeka Pangan demi Masa Depan

Tanaman yang tersedia adalah sereh, telang, kencur, jahe, temulawak, dan secang. Tidak hanya tanaman herbal, warga juga menanam sayur dan buah buahan di taman tersebut. 

“Setiap rumah harus ada polybag agar bisa ditanami obat-obatan,” imbuh Yudi. Dalam keterangannya, Ia mengungkap bahwa pemilihan tanaman pada taman toga didapatkan dari hasil musyawarah seluruh warga khusus RT 33. 

Baca Juga: Puncak Festival Omah Sawah Meriah, Ribuan Warga Berjubel Saksikan Beragam Pentas Seni

Warga setempat sangat antusias untuk merespon program pertama lingkungan tersebut dalam rangka peringatan Agustus-an. “Bermanfaat banget sih program ini, herbal dan bumbu dapur gitu tinggal metik di kebun warga, hemat belanja,” ucap Suyati, warga RT 33. 

Selain itu, berbagai aktivitas peduli lingkungan dan penghijauan juga dilakukan. Mereka membangun bank sampah sederhana untuk menampung limbah-limbah rumah tangga warga. Limbah akan dibagi menjadi dua jenis yakni limbah organik dan anorganik. 

Baca Juga: Tol Bandara Dhoho Kediri Molor, Pembebasan Lahan Tersendat di Dua Kelurahan!

“Limbah organik kami buat pupuk cair untuk disiramkan ke taman toga, limbah anorganik kami olah menjadi kerajinan seperti tas, kostum karnaval” tambah Wahyudi.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : rekian
#kediri #karnaval #desa karangrejo #hut ri #agustusan