JP Radar Kediri - Malam puncak Festival Omah Sawah berlangsung meriah. Ribuan warga berjubel untuk menyaksikan beragam pentas seni dan hiburan pada Minggu (24/8) malam lalu.
Masyarakat kian antusias dengan kehadiran Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati. Orang nomor satu di Pemkot Kediri itu ikut menyaksikan berbagai pentas seni dan hiburan. Mulai penampilan pecut, musik, hingga penampilan penyanyi dangdut Arlida Putri yang jadi magnet ribuan penonton.
Dalam sambutannya, pemimpin muda Kota Kediri yang akrab disapa Mbak Wali ini menyampaikan rasa bahagianya karena bisa merayakan kemerdekaan bersama masyarakat. “Tiap bulan Agustus kita selalu diajak untuk mengenang sejarah panjang bangsa Indonesia. Para pahlawan telah berjuang demi kemerdekaan dengan segala keterbatasan, penuh tekanan, tetapi tidak pernah menyerah. Nilai inilah yang patut kita contoh dan teladani,” ajak Mbak Wali.
Wali kota termuda di Indonesia ini kembali menegaskan, kemerdekaan bukanlah hadiah. Melainkan hasil perjuangan panjang. Karena itu, alumnus Magister Kenotariatan Universitas Airlangga ini ingin mengajak masyarakat untuk terus berkontribusi positif. Berkarya, berinovasi, dan berkreasi demi kemajuan bangsa, khususnya Kota Kediri.
Untuk diketahui, Festival Omah Sawah di Kelurahan Burengan, Pesantren dimulai sejak Minggu (17/8). Selanjutnya Senin (18/8) Agustus dimeriahkan dengan lomba untuk ibu-ibu dan anak-anak serta lomba mancing. Adapun pada Jumat, Sabtu dan Minggu (22-24/8) dilanjutkan dengan beragam kegiatan yang melibatkan partisipasi masyarakat.
Mulai dari Fun Race Vespa, Lomba Layang-layang, Tarik Tambang, Tangkap Bebek, Tangkap Belut, Balap Perahu Mini. Ada pula Kontes Miniatur Perahu Hias, Tangkap Belut, Joget Kreasi, Lomba Mancing, Panjat Pinang, Sambitan Layangan, hingga Lomba Tari Kesenian Jaranan. Termasuk Pentas Seni Disabilitas. Tak ketinggalan, bazar UMKM turut meramaikan festival ini.
“Selama tiga hari, berbagai lomba digelar bukan hanya untuk hiburan, melainkan juga sebagai sarana memperkuat rasa kebersamaan, kekeluargaan, persatuan, dan gotong royong. Harapannya, nilai-nilai ini bisa terus diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari,” terang Mbak Wali.
Melihat pelaksanaan festival yang berlangsung meriah itu, Mbak Wali juga mengapresiasi PT Gudang Garam yang telah mendukung pelaksanaan festival, hingga para panitia yang terlibat. “Semoga kegiatan seperti ini tidak hanya berhenti di tahun ini, tetapi bisa terus dilaksanakan pada tahun-tahun berikutnya. Dengan begitu, selalu ada semangat baru untuk berinovasi dan berkarya di Kota Kediri tercinta,” tegasnya.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira