Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Garuda Biru Berkibar Lagi di Desa Minggiran Kediri, Masih Darurat?

Diana Yunita Sari • Sabtu, 23 Agustus 2025 | 11:34 WIB

AGUSTUSAN : Warga Desa Minggiran, Kecamatan Papar memasang Garuda Biru yang setahun lalu menjadi simbol darurat demokrasi.
AGUSTUSAN : Warga Desa Minggiran, Kecamatan Papar memasang Garuda Biru yang setahun lalu menjadi simbol darurat demokrasi.
KEDIRI, JP Radar Kediri- Masih ingat dengan Garuda Biru yang menggemparkan negara pada pada Agustus 2024 lalu. Ya, simbol itu sempat menjadi perhatian publik karena menjadi simbol kedaruratan negara. Saat itu, publik menyoroti darurat demokrasi.

Nah, di momentum perayaan Hari Kemerdekaan tahun ini, Garuda Biru itu kembali berkibar di tepi jalan Desa Minggiran, Kecamatan Papar. Jumlahnya mencapai 30-an lembar dalam bentuk spanduk. Dan ditancapkan di depan masing-masing rumah.

Baca Juga: KPU Kabupaten Kediri Lelang Logistik Kotak dan Bilik Suara Pilkada 2024

Spanduk tersebut mengundang pertanyaan beberapa orang, termasuk apakah ada makna tersembunyi di balik pemilihan warna dan simbol tersebut. Akan tetapi, realitas di balik spanduk tersebut jauh dari spekulasi politik atau simbolisme tersembunyi. Ketua RT setempat, Mukhlisah menjelaskan, keputusan menggunakan warna biru murni karena alasan estetika dan kreativitas.

"Kita sudah bosan lihat spanduk merah putih atau bendera yang biasa. Kami mau yang beda, yang unik. Setelah diskusi sama warga, kami sepakat pakai warna biru. Niatnya cuma mau kasih nuansa baru buat kampung," kata Muslikah saat ditemui di rumahnya.

Baca Juga: Pemkot Kediri Sebar Ribuan Dosis Vaksin HPV, Sasar Pelajar SD dan SMP

Ia menambahkan, tidak ada sama sekali niat untuk menghubungkan spanduk tersebut dengan isu apa pun yang pernah ramai di media sosial. Warga hanya ingin menunjukkan semangat kemerdekaan dengan cara yang berbeda dan penuh kekompakan. Seluruh proses, dari pemilihan warna hingga pencetakan, adalah hasil gotong royong dan kesepakatan murni dari masyarakat desa. “Itu hasil kesepakatan, tidak terkait isu apapun,” ungkapnya.

Untuk diketahui, pemandangan itu menjadi pengingat pada momen ikonik ‘Peringatan Darurat’ yang pernah viral di media sosial pada Agustus 2024 lalu. Gerakan massal membagikan foto dan memasang foto profil dengan gambar latar biru beserta tulisan dan garuda berwarna putih tersebut adalah ajakan kepada masyarakat untuk mengawal putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Dan jalannya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

Baca Juga: Rawat Kelestarian Sumber Air, Pemkot Kediri Lakukan Normalisasi di Tiga Titik

Gambar garuda biru pertama kali diunggah oleh akun kolaborasi wartawan ternama Indonesia Najwa Shihab di akun @najwashihab, @matanajwa, dan @narasitv di instagram. Sebelumnya, poster tersebut adalah penggalan dari video lama yang sudah pernah diunggah di Youtube pada Oktober 2022 lalu oleh akun Youtube EAS Indonesia Concept.

Maksud dari video tersebut adalah penggunaan konsep yang sama dengan sistem peringatan kedaruratan nasional Amerika untuk menyebarkan pesan darurat di tengah siaran televisi dan radio. Peringatan tersebut biasanya disiarkan jika terjadi perang, konflik politik dan ancaman darurat lain.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : rekian
#papar #kediri #Garuda Biru #darurat #minggiran #hari kemerdekaan #darurat demokrasi